Mengglobal, Bitcoin Jadi Alat Baru Persaingan Ekonomi Dunia

AKURAT.CO Rencana cadangan bitcoin Amerika Serikat tak hanya memperkuat ekonomi domestik, tetapi juga membuka babak baru dalam persaingan global, terutama dengan negara-negara seperti Rusia.
Langkah ambisius Amerika Serikat untuk membangun cadangan bitcoin membuka peluang sekaligus tantangan baru dalam persaingan ekonomi global. Bitcoin kini tidak hanya menjadi aset digital biasa, tetapi juga alat strategis untuk memperkuat posisi negara-negara besar di kancah internasional.
Dilansir dari Reuters, Senin (23/12/2024), CEO Micro Strategy, Michael Saylor kebijakan ini akan membuat AS lebih tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan cadangan bitcoin yang besar, AS bisa meminimalkan ketergantungan pada sistem keuangan tradisional, menciptakan stabilitas di sektor keuangan digital, dan memperkokoh posisi sebagai pemimpin di ekonomi global.
Baca Juga: Bitcoin Ngacir Tersulut Rencana Besar Trump
Namun, langkah ini tidak berjalan tanpa persaingan. Rusia, misalnya, juga mulai melirik potensi besar bitcoin untuk membangun cadangan strategis mereka sendiri. Persaingan ini menunjukkan bahwa aset digital telah menjadi medan baru untuk perebutan kekuasaan ekonomi.
"Jika AS berhasil mengakumulasi 1 juta bitcoin, pasar modal digital global diprediksi akan meroket dari USD2 triliun menjadi USD280 triliun. Selain itu, pasar aset digital lainnya juga akan berkembang pesat, dari USD1 triliun menjadi USD590 triliun. AS diyakini akan menguasai sebagian besar kekayaan ini, mengukuhkan posisinya sebagai pengendali utama ekonomi digital dunia," paparnya.
Namun, persaingan ini bukan tanpa risiko. Jika negara-negara besar berlomba untuk menguasai bitcoin, ada kemungkinan besar bahwa ketegangan baru akan muncul, terutama dalam hal regulasi dan pengelolaan aset digital di tingkat global.
Dalam beberapa tahun mendatang, bitcoin berpotensi menjadi standar baru dalam sistem keuangan internasional. AS dan negara-negara besar lainnya tampaknya akan terus mempercepat langkah mereka untuk menguasai aset digital ini, yang kini dianggap sebagai kunci untuk memenangkan persaingan ekonomi abad ke-21.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








