Ekonomi Global Masih Tak Pasti, China Perketat Ekspor Teknologi Baterai
Demi Ermansyah | 4 Januari 2025, 18:05 WIB

AKURAT.CO China kembali mengambil langkah tegas untuk memperkuat pengelolaan ekspor teknologi strategisnya. Rencana ini mencakup pembatasan teknologi yang digunakan untuk membuat material katoda baterai serta kontrol ketat pada proses ekstraksi logam penting seperti galium dan lithium.
Dimana langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari strategi besar China untuk mengamankan posisinya sebagai pemain dominan dalam rantai pasokan baterai global.
Dilansir Reuters, Sabtu (4/1/2025), Kementerian Perdagangan (Kemendag) China meminta masukan publik terkait kebijakan tersebut. Dalam surat tersebut mengusulkan agar teknologi persiapan material katode baterai masuk ke daftar aplikasi yang dilarang atau dibatasi ekspornya.
Selain itu, kontrol yang lebih ketat juga akan diberlakukan untuk teknologi ekstraksi logam galium dan lithium. Publik memiliki waktu hingga 1 Februari untuk memberikan pendapat mereka.
Diharapkan, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat kendali pemerintah dalam mengelola impor dan ekspor teknologi strategis. Jika diterapkan, langkah ini akan menjadi bagian dari serangkaian kebijakan pembatasan yang sebelumnya sudah diberlakukan, seperti larangan ekspor material dengan aplikasi teknologi tinggi dan militer.
Sebagai pemimpin global dalam kapasitas produksi sel baterai dengan pangsa pasar sekitar 85%, langkah China ini memiliki dampak besar terhadap rantai pasokan global. Tentunya pembatasan ini juga menjadi respons terhadap ketegangan perdagangan yang meningkat, terutama setelah Amerika Serikat memperketat aturan ekspor teknologi ke China.
Diharapkan, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat kendali pemerintah dalam mengelola impor dan ekspor teknologi strategis. Jika diterapkan, langkah ini akan menjadi bagian dari serangkaian kebijakan pembatasan yang sebelumnya sudah diberlakukan, seperti larangan ekspor material dengan aplikasi teknologi tinggi dan militer.
Sebagai pemimpin global dalam kapasitas produksi sel baterai dengan pangsa pasar sekitar 85%, langkah China ini memiliki dampak besar terhadap rantai pasokan global. Tentunya pembatasan ini juga menjadi respons terhadap ketegangan perdagangan yang meningkat, terutama setelah Amerika Serikat memperketat aturan ekspor teknologi ke China.
China juga telah memberlakukan larangan pada material strategis seperti galium, germanium, dan antimon, yang semuanya memiliki aplikasi dalam teknologi semikonduktor, satelit, dan perangkat canggih lainnya. Langkah ini menegaskan ambisi China untuk melindungi keunggulan strategisnya di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









