Akurat
Pemprov Sumsel

Rencana Akuisisi U.S. Steel Dibatalkan Biden, Saham Nippon Steel Anjlok 1 Persen

Hefriday | 6 Januari 2025, 15:47 WIB
Rencana Akuisisi U.S. Steel Dibatalkan Biden, Saham Nippon Steel Anjlok 1 Persen

AKURAT.CO Saham Nippon Steel, perusahaan baja terbesar di Jepang, turun lebih dari 1% pada Senin (6/1/2025) setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden memblokir rencana akuisisinya terhadap U.S. Steel senilai USD14,9 miliar.

Langkah Biden ini disebut-sebut didasarkan pada kekhawatiran terkait keamanan nasional, memberikan pukulan besar terhadap prospek pertumbuhan Nippon Steel.

Meskipun keputusan Biden memengaruhi rencana besar Nippon Steel, dampaknya terhadap harga saham cukup terbatas. Saham Nippon Steel dibuka di angka 3.151 yen, turun 1% dibandingkan penutupan terakhir pada 30 Desember 2024, di mana saham berada di level 3.182 yen. Sebagai catatan, perdagangan di Bursa Saham Tokyo sempat libur menyambut Tahun Baru.  

Dikutip dari Nippon Television, Senin (6/1/2025), keputusan ini muncul setelah tinjauan selama setahun terhadap rencana akuisisi tersebut. Nippon Steel dan U.S. Steel menyatakan bahwa langkah Biden "tidak sah" dan mereka akan mengambil langkah hukum untuk melindungi hak mereka. "Kami berhak mendapatkan tinjauan yang layak," kata Presiden Nippon Steel, Tadashi Imai. 
 
 
Menurut laporan Nikkei, Nippon Steel sedang mempertimbangkan untuk menggugat pemerintah AS terkait keputusan ini. Gugatan hukum dinilai sebagai salah satu opsi penting untuk menantang proses tinjauan yang dianggap tidak tepat. Imai menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan langkah-langkah berikutnya.  
 
Jika akuisisi ini gagal, Nippon Steel harus membayar biaya pembatalan sebesar USD565 juta kepada U.S. Steel. Selain itu, perusahaan harus memikirkan kembali strategi ekspansi globalnya yang selama ini sangat bergantung pada akuisisi perusahaan baja di luar negeri.  
 
Melalui akuisisi U.S. Steel, Nippon Steel berencana meningkatkan kapasitas produksi globalnya dari 65 juta ton menjadi 85 juta ton per tahun, mendekati target jangka panjang 100 juta ton. Dengan pembatalan ini, rencana tersebut harus ditunda atau bahkan direvisi.  
 
Seorang juru bicara Nippon Steel mengonfirmasi bahwa perusahaan akan menggelar konferensi pers terkait keputusan pemerintah AS. Meskipun belum ada jadwal resmi, media Jepang Kyodo melaporkan konferensi ini kemungkinan akan digelar pada Selasa (7/1/2025). 
 
Saham Nippon Steel yang turun 1% dibandingkan penurunan indeks Topix yang hanya 0,3% menunjukkan dampak keputusan ini terhadap kepercayaan investor. Namun, sebagian analis mencatat bahwa pasar sudah mengantisipasi kemungkinan ini, mengingat sinyal-sinyal dari Gedung Putih beberapa bulan terakhir.  
 
Dengan kegagalan ini, Nippon Steel diharapkan mencari cara lain untuk memperluas operasinya di luar negeri. Beberapa analis memperkirakan perusahaan akan fokus pada akuisisi yang lebih kecil atau membangun pabrik baru di kawasan yang lebih ramah terhadap investasi asing.  
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa