Lawan Tarif Trump, Kanada Siapkan Pajak Ekspor Energi
Demi Ermansyah | 19 Januari 2025, 19:35 WIB

AKURAT.CO Rencana Kanada untuk menghadapi kebijakan perdagangan AS tidak berjalan mulus di dalam negeri. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pajak ekspor energi. Langkah ini bertujuan meningkatkan biaya bahan bakar dan listrik di AS, sehingga memberikan tekanan pada pemerintah Donald Trump.
Namun, ide tersebut pada akhirnya hanya akan memicu reaksi keras dari provinsi-provinsi barat Kanada, seperti Alberta dan Saskatchewan.
Sebelumnya, melansir dari Reuters, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengungkapkan bahwa pajak ekspor hanya akan dipertimbangkan jika tarif AS mencakup produk energi utama Kanada, seperti minyak dan mineral. Namun, gagasan ini langsung mendapat penolakan tegas dari Premier Alberta, Danielle Smith.
Baca Juga: Kanada Siapkan Tarif Balasan Untuk 10 Produk Ikonis AS
“Kami akan melindungi mata pencaharian warga Alberta dari kebijakan federal yang merugikan,” ujar Smith melalui unggahan media sosialnya, dikutip Minggu (19/1/2025).
“Kami akan melindungi mata pencaharian warga Alberta dari kebijakan federal yang merugikan,” ujar Smith melalui unggahan media sosialnya, dikutip Minggu (19/1/2025).
Bahkan, Smith menolak menandatangani pernyataan bersama hasil pertemuan antara Trudeau dan para pemimpin provinsi, dengan alasan bahwa kebijakan pajak ekspor tidak sejalan dengan kepentingan provinsinya.
Sebab, lanjut Smith, Alberta dan Saskatchewan merupakan penghasil utama minyak, uranium, dan kalium di Kanada. Bagi provinsi ini, pajak ekspor energi tidak hanya merugikan hubungan perdagangan dengan AS, tetapi juga bisa mempengaruhi ekonomi lokal yang sangat bergantung pada industri energi.
Trudeau sendiri, tambahnya, mengakui bahwa perang dagang dengan AS bukanlah jalan yang diinginkan. "Pertanyaan utama kami adalah, bagaimana memastikan tarif AS dapat dicabut secepat mungkin?" ujarnya.
Sebab, lanjut Smith, Alberta dan Saskatchewan merupakan penghasil utama minyak, uranium, dan kalium di Kanada. Bagi provinsi ini, pajak ekspor energi tidak hanya merugikan hubungan perdagangan dengan AS, tetapi juga bisa mempengaruhi ekonomi lokal yang sangat bergantung pada industri energi.
Trudeau sendiri, tambahnya, mengakui bahwa perang dagang dengan AS bukanlah jalan yang diinginkan. "Pertanyaan utama kami adalah, bagaimana memastikan tarif AS dapat dicabut secepat mungkin?" ujarnya.
Meski demikian, Trudeau menegaskan bahwa opsi pajak ekspor tetap terbuka jika diperlukan. Namun, dengan penolakan keras dari Alberta dan Saskatchewan, pemerintah federal harus mencari solusi yang tidak hanya memperkuat posisi Kanada dalam perdagangan internasional, tetapi juga menjaga harmoni dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







