Cukai Rokok Bukan Sumber Pendanaan Yang Stabil Untuk MBG
Demi Ermansyah | 19 Januari 2025, 22:58 WIB

AKURAT.CO Pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi tantangan besar. Dimana sebelumnya Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mengusulkan agar dana cukai rokok digunakan untuk mendukung program tersebut.
Namun, usulan ini mendapat kritik dari berbagai pihak, termasuk pakar kebijakan publik UPN Jakarta, Achmad Nur Hidayat. Menurut Achmad, meski pendapatan cukai rokok mencapai Rp150 triliun per tahun, mengandalkan sumber ini sebagai solusi jangka panjang bukanlah pilihan bijak.
“Cukai rokok itu tidak stabil dan cenderung menurun, apalagi jika kampanye antirokok pemerintah berhasil. Kalau pemerintah terlalu bergantung, program MBG bisa terancam keberlanjutannya,” kata Achmad melalui lansiran Antara, Minggu (19/1/2025).
Baca Juga: Cukai Rokok Untuk MBG, Solusi Atau Kontradiksi?
Achmad menambahkan, pemerintah perlu mencari sumber pendanaan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan dana APBN. “Kita perlu alokasi ulang dari anggaran yang kurang mendesak, atau menutup kebocoran anggaran. Dengan begitu, kita bisa mendanai program ini tanpa bergantung pada cukai rokok,” ujarnya.
Achmad menambahkan, pemerintah perlu mencari sumber pendanaan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan dana APBN. “Kita perlu alokasi ulang dari anggaran yang kurang mendesak, atau menutup kebocoran anggaran. Dengan begitu, kita bisa mendanai program ini tanpa bergantung pada cukai rokok,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya reformasi perpajakan untuk meningkatkan penerimaan negara. Menurut Achmad, pemerintah dapat memperluas basis pajak dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk menciptakan pendapatan yang lebih stabil. “Dengan pendekatan ini, kita bisa memastikan MBG memiliki landasan finansial yang kokoh,” jelasnya.
Achmad mengingatkan, ketergantungan pada cukai rokok juga bisa memunculkan citra negatif. “Kalau pemerintah mendanai program kesehatan dari produk yang merusak kesehatan, ini seperti pesan yang kontradiktif. Kita harus menunjukkan komitmen nyata untuk membangun masyarakat yang sehat dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









