Kemenkeu Perketat Pengawasan Cegah Penyalahgunaan Fasilitas Bea Masuk
Demi Ermansyah | 21 Januari 2025, 22:03 WIB

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan proyek pemerintah.
Hal ini diwujudkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 109 Tahun 2024 yang mengatur pemberian pembebasan bea masuk atas barang impor untuk proyek pemerintah.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan berbasis manajemen risiko terhadap pelaksanaan aturan ini. "Monitoring dan evaluasi (Monev) akan dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan fasilitas pembebasan bea masuk," jelas Budi dalam keterangannya, Selasa (21/1/2025).
Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan selama evaluasi, Bea Cukai akan merekomendasikan pelaksanaan audit. "Apabila audit menunjukkan adanya pelanggaran, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah terkait wajib membayar bea masuk yang terutang beserta sanksi administrasi sesuai aturan yang berlaku," tegas Budi.
Untuk mendapatkan fasilitas ini, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah harus mengajukan permohonan melalui Sistem Indonesia National Single Window (SINSW). Bea Cukai akan memastikan prosesnya berjalan sesuai aturan, termasuk verifikasi terhadap dokumen dan kepatuhan terhadap ketentuan larangan atau pembatasan (Lartas).
Aturan ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara efisiensi pelaksanaan proyek pemerintah dan perlindungan terhadap penerimaan negara. "Dengan pengawasan yang ketat, kami berharap fasilitas ini benar-benar digunakan untuk mendukung proyek pemerintah, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," ujar Budi.
Selain itu, PMK 109/2024 menunjukkan upaya pemerintah dalam menciptakan sinergi antara fasilitasi perdagangan, pengumpulan penerimaan, dan perlindungan masyarakat. “Kami optimis aturan ini dapat mempercepat realisasi proyek nasional, menciptakan manfaat besar bagi masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









