Singgung Asta Cita Prabowo-Gibran, Didik Rachbini: Butuh Reformasi Mendalam Sektor Industri dan Investasi
Hefriday | 22 Januari 2025, 15:24 WIB

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dihadapkan pada tantangan besar dalam sektor ekonomi, khususnya untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 7-8%.
Menurut Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini, sebagian besar visi Astacita 1-8 menyoroti isu ekonomi. Namun, upaya untuk mencapainya membutuhkan reformasi mendalam, terutama dalam sektor industri dan investasi.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran 5%. Hal ini kontras dengan Vietnam yang berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8% berkat sektor ekspor yang melampaui USD405 miliar per tahun.
Sebagai perbandingan, ekspor Indonesia yang dua dekade lalu mencapai USD200 miliar per tahun kini hanya meningkat menjadi USD250 miliar.
Didik menyoroti bahwa selama 10 tahun terakhir, sektor industri Indonesia hanya tumbuh 3-4%. Sementara itu, Vietnam mampu mencapai pertumbuhan industri 9-10% dengan ekspor meningkat 14-15%.
Baca Juga: Dukung Asta Cita Prabowo Lewat Pengembangan SDM, BNI Gali Potensi Atlet Muda Bulu Tangkis Indonesia
Ia menyebut kondisi ini mengingatkan pada era 1985, di mana Indonesia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi 7%, sektor industri berkembang 10%, dan ekspor tumbuh 20%.
Didik merekomendasikan reformasi birokrasi yang fokus pada efisiensi seperti yang dilakukan di era Presiden Soeharto. Saat itu, pengelolaan ekspor diserahkan kepada lembaga khusus, yang berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi.
Namun, tantangan saat ini semakin berat, terutama dengan meningkatnya aliran investasi asing ke Vietnam. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Prabowo, investasi asing harus meningkat hingga empat kali lipat dari Rp1.400 triliun saat ini.
Ekonom Indef, Dr. Eisha M. Rachbini, Ph.D, menyarankan strategi yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Transformasi digital, hilirisasi industri, dan sektor pariwisata dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Saat ini, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB masih rendah, hanya 3,7% pada 2024, dengan proyeksi tumbuh menjadi 7,1% pada 2025.
Namun, sektor e-commerce mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan akibat daya beli masyarakat yang menurun. Di sisi lain, sektor keuangan digital, termasuk layanan fintech, memiliki potensi besar.
Layanan ini semakin diminati oleh UMKM dan nasabah perbankan, yang dapat mendorong aktivitas ekonomi lebih tinggi jika didukung oleh akses modal yang memadai.
Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, Ph.D, mengungkapkan bahwa dalam 100 hari pertama pemerintahan Prabowo, belum terlihat arah kebijakan ekonomi yang jelas. Tidak adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dipublikasikan menjadi salah satu kekurangan signifikan.
Ia juga menyoroti berbagai warisan masalah, seperti ketidakpastian regulasi, stagnasi pertumbuhan, dan dampak perubahan iklim, yang harus segera diatasi.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, MPP, menyebut bahwa 2025-2026 akan menjadi masa kritis bagi perekonomian Indonesia. Utang jatuh tempo sebesar Rp1.600 triliun, peningkatan belanja negara, serta rendahnya kepercayaan investor merupakan tantangan utama.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan utang yang lebih baik, efisiensi pengeluaran, dan kepastian regulasi untuk mengatasi situasi ini.
Memimpin di era yang penuh tantangan, Prabowo menghadapi momen "make or break" untuk perekonomian Indonesia. Dibutuhkan kebijakan yang solid, inovatif, dan fokus pada hasil nyata.
Kesuksesan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan, terutama untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







