Trump Kembali Terapkan Tarif Tinggi: Usaha Mewujudkan 'Era Keemasan' Ekonomi Amerika

AKURAT.CO Donald Trump tampaknya serius ingin menjadikan masa jabatannya kali ini sebagai era "keemasan" bagi Amerika Serikat, dengan mengambil langkah-langkah berani yang menjadi sorotan global.
Salah satu kebijakan utamanya adalah rencana untuk memberlakukan tarif tinggi terhadap barang impor dari berbagai negara, termasuk Meksiko, Kanada, China, dan Uni Eropa.
Begitu kembali menjabat, Trump langsung mengumumkan kebijakan tarif 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada, serta tarif 10 persen untuk semua barang dari China.
Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Februari 2025 mendatang.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan negara dan melindungi industri lokal.
Baca Juga: Fantastis! Segini Gaji dan Tunjangan Donald Trump usai Dilantik Jadi Presiden AS
"Sederhananya, kalau negara lain ingin berdagang dengan kita, mereka harus membayar tarif. Ini adalah cara kita memastikan uang itu kembali ke Amerika," ujar Trump, dikutip pada Minggu (26/1/2025).
Sebelumnya, Trump juga menyampaikan pidatonya di World Economic Forum di Davos, di mana ia memperingatkan para pemimpin Eropa.
Dalam pidatonya, Trump mengancam akan memberlakukan tarif tinggi jika Uni Eropa tidak membeli lebih banyak minyak dan gas dari Amerika Serikat.
"Kita akan menyelesaikannya dengan tarif, atau mereka harus membeli minyak dan gas kita," kata Trump dengan tegas.
Kebijakan kontroversial ini tentu saja memicu pro dan kontra. Para pendukung Trump memuji langkah ini sebagai upaya nyata untuk meningkatkan daya saing ekonomi Amerika dan menciptakan lapangan kerja baru.
Namun, kritikus menilai pendekatan ini terlalu agresif dan berisiko memicu ketegangan perdagangan global.
Meskipun kebijakan ini menimbulkan risiko besar, Trump tampaknya telah menghitungnya dengan matang.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif Tinggi Barang Impor Uni Eropa, Picu Kontroversi
Ia percaya kebijakan tarif ini memiliki potensi besar untuk memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi negara dan menjadi bagian dari upayanya untuk memulihkan kejayaan ekonomi Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









