Akurat
Pemprov Sumsel

Investasi di Bidang Hilirisasi Capai Rp407,8 Triliun Setara 23,8 Persen Total Investasi Sepanjang 2024

Hefriday | 2 Februari 2025, 18:08 WIB
Investasi di Bidang Hilirisasi Capai Rp407,8 Triliun Setara 23,8 Persen Total Investasi Sepanjang 2024

AKURAT.CO Pemerintah mencatat total realisasi investasi di bidang hilirisasi sepanjang 2024 mencapai Rp407,8 triliun, atau sekitar 23,8% dari total investasi yang masuk sepanjang Januari hingga Desember 2024, yaitu sebesar Rp1.714,2 triliun.  

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengatakan bahwa sektor mineral masih mendominasi hilirisasi, terutama pada industri smelter, dengan nilai investasi mencapai Rp245,2 triliun.
 
Dari jumlah tersebut, sektor nikel menyumbang Rp153,2 triliun, diikuti oleh tembaga Rp68,5 triliun, bauksit Rp21,8 triliun, dan timah Rp1,6 triliun.  
 
“Mineral masih menjadi sektor utama dalam hilirisasi karena program ini telah berjalan lebih dulu, khususnya pada nikel yang menunjukkan kontribusi signifikan sejak kebijakan hilirisasi diterapkan,” ujar Rosan dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/2/2025). 
 
 
Selain mineral, sektor kehutanan juga mencatat investasi besar dalam industri pulp and paper yang mencapai Rp64 triliun. Sementara itu, sektor pertanian, khususnya CPO dan oleochemical, mencatat investasi Rp67,1 triliun, diikuti sektor minyak dan gas dengan investasi petrochemical sebesar Rp23,1 triliun.
 
Adapun investasi dalam ekosistem kendaraan listrik, khususnya baterai kendaraan listrik, mencapai Rp8,4 triliun. 
 
Rosan menegaskan bahwa pemerintah berharap kontribusi hilirisasi terhadap perekonomian terus meningkat, mengingat program ini menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.  
 
Presiden Prabowo sendiri telah menginstruksikan percepatan hilirisasi kepada jajaran menterinya, menekankan bahwa hilirisasi adalah kunci menuju kemakmuran. Menurutnya, swasembada energi harus menjadi prioritas utama, mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang harus dikelola secara optimal.  
 
“Kita harus memanfaatkan sumber daya yang kita miliki sebaik-baiknya. Pemerintah tidak boleh ragu untuk mendorong hilirisasi agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati di dalam negeri,” tegas Presiden Prabowo.  
 
Sebagai tindak lanjut, Presiden meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani; Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan untuk segera menginventarisasi proyek-proyek strategis dalam hilirisasi. 
 
Tercatat ada 26 proyek vital yang harus segera dirumuskan agar implementasi hilirisasi dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Pemerintah juga berupaya mencari sumber pendanaan untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek tersebut. 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa