Dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (21/3/2025), Lagarde menyoroti risiko besar dari kebijakan perdagangan proteksionis AS, terutama jika AS benar-benar menerapkan tarif impor sebesar 25% terhadap produk Eropa.
“Zona euro sangat bergantung pada perdagangan global dan memiliki rantai pasokan yang erat dengan AS. Friksi dagang ini bisa menekan pertumbuhan hingga setengah poin persentase dan mendorong inflasi lebih tinggi,” ujar Lagarde.
Menurut analisis ECB, pemberlakuan tarif tersebut bisa memangkas pertumbuhan zona euro sebesar 0,3 poin persentase dalam tahun pertama.
Apabila UE membalas dengan kebijakan serupa, maka dampak negatif yang akan dirasakan semakin besar, mencapai 0,5 poin persentase.
Sedangkan jika dilihat dari sisi jangka panjangnya, Lagarde menegaskan bahwa kebijakan tarif ini dapat menghambat investasi dan ekspor, yang berpotensi memperburuk prospek ekonomi Eropa dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai informasi, saat ini, ECB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi zona euro sebesar 0,9 persen pada 2025, 1,2% pada 2026, dan 1,3% pada 2027.