Manufaktur Singapura Anjlok, Sektor Elektronik dan Biomedis Jadi Biang Kerok

AKURAT.CO Setelah tujuh bulan berturut-turut mengalami pertumbuhan, industri manufaktur Singapura akhirnya mengalami kontraksi. Menurut laporan Dewan Pengembangan Ekonomi (Economic Development Board/EDB) Singapura yang dirilis pada Rabu (26/3) malam lalu, output manufaktur turun 1,3% secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2025.
Namun, jika tidak menghitung sektor biomedis, output manufaktur justru tumbuh tipis sebesar 0,3%. Sayangnya, secara bulanan (month on month) yang disesuaikan secara musiman, output manufaktur anjlok 7,5%. Jika sektor biomedis dikecualikan, penurunan bahkan mencapai 7,9%.
Dikutip dari The Straits Times, sektor yang paling berkontribusi terhadap penurunan ini adalah manufaktur elektronik dan biomedis. Output manufaktur elektronik terkontraksi 6,4%, sementara sektor biomedis mencatat penurunan lebih tajam hingga 14,3% (yoy).
Baca Juga: Singapura Bagi Tunjangan Pengangguran Hingga Rp 74 Juta, Kartu Prakerja ke Mana?
Menariknya, dalam klaster elektronik, segmen informasi dan komunikasi serta elektronik konsumen justru melonjak 32,2%. Sayangnya, segmen lain seperti periferal komputer dan penyimpanan data turun 1,5%, modul dan komponen elektronik turun 7,3%, serta semikonduktor turun 9,5%.
Sedangkan untuk sektor biomedis, segmen teknologi medis masih bertahan dengan pertumbuhan 12,4%, didorong oleh permintaan ekspor perangkat medis. Namun, output farmasi anjlok hingga 30% akibat perubahan komposisi bahan farmasi aktif dan penurunan produksi produk biologis dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, sektor teknik presisi dan teknik transportasi masih menunjukkan pertumbuhan. Namun, sektor kimia serta manufaktur umum mengalami sedikit penurunan.
Baca Juga: Dapat Rp74 Juta Sebulan di Singapura? Begini Syaratnya!
Penurunan manufaktur ini tentu menjadi tantangan bagi perekonomian Singapura, mengingat sektor ini berperan besar dalam ekspor negara tersebut. Para pelaku industri dan analis kini menunggu kebijakan pemerintah untuk menstabilkan sektor manufaktur agar tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










