Kala Asing Kabur dari Bursa Saham RI, Investor Ritel Jadi Penopang Pasar

AKURAT.CO Investor ritel domestik menunjukkan peran strategis dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia ketika investor asing melakukan aksi jual besar-besaran.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, dalam webinar bertajuk "Trump Trade War, Menyelamatkan Pasar Modal, Menyelamatkan Ekonomi Indonesia" yang digelar Jumat (11/4/2025).
Menurut Iman, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp3,8 triliun, atau setara dengan 15% dari total nilai transaksi harian sebesar Rp20,9 triliun.
Baca Juga: Pasar Saham Sempat Trading Halt, Dua Instrumen Investasi Ini Layak Dilirik Investor
Aksi tersebut didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Namun yang menarik, lanjut Iman, investor ritel domestik justru melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp3,9 triliun pada hari yang sama.
"Mereka (asing) keluar sebanyak Rp3,8 triliun, dan ternyata yang membeli adalah investor ritel domestik,” ujarnya.
Aksi ini terjadi pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Idulfitri, menandakan kepercayaan investor ritel terhadap pasar domestik.
"Penopang utama pada tanggal 8 April adalah investor ritel domestik,” tambahnya.
Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa investor ritel kini memiliki peran lebih besar dan aktif dalam merespons dinamika pasar.
Baca Juga: Jelang Pelantikan Trump, Pasar Saham dan Obligasi RI Terhantam Gejolak Ekonomi AS
"Mereka tidak hanya sebagai pengikut tren, tetapi juga mampu menjadi penopang utama likuiditas ketika pasar terguncang. Kondisi tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia semakin dalam dan tidak hanya bergantung pada arus modal asing," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








