Awal Gemilang Prabowo: Investasi Tembus Rp452 Triliun, DPR Ingatkan Peran Danantara

AKURAT.CO Komisi VI DPR RI mengapresiasi capaian investasi Indonesia pada triwulan I 2025 yang mencapai Rp452,8 triliun.
Angka ini menunjukkan kenaikan 23,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin AK, menilai capaian tersebut sebagai awal yang baik bagi Indonesia dalam memperkuat peran di rantai pasok global.
“Gejolak ekonomi dunia saat ini harus dijadikan momentum agar Indonesia menjadi simpul penting dalam rantai pasok dunia,” ujar Amin, Sabtu (26/4/2025).
Pemerintah menargetkan total investasi sebesar Rp1.905,6 triliun pada tahun ini, didukung oleh perbaikan iklim usaha dan penguatan tata kelola.
Baca Juga: Wamendagri: Revisi UU Pemilu Harus Berdasarkan Prinsip Otonomi Daerah
Amin juga menyoroti pentingnya peran Danantara, holding BUMN investasi yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
Ia berharap Danantara dapat menjadi lokomotif investasi nasional yang mengusung prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan bersih (good and clean governance/GCG).
“Danantara harus mampu mendorong investasi strategis, hilirisasi industri, dan transisi energi, serta menjadi penggerak transformasi ekonomi nasional,” tegas Wakil Ketua Fraksi PKS itu.
Ia juga mengingatkan, keberhasilan Danantara sangat bergantung pada komitmen terhadap GCG.
“Para pengelolanya tidak boleh mengabaikan prinsip ini jika ingin menciptakan jutaan lapangan kerja dan mendorong kesejahteraan rakyat melalui investasi,” katanya.
Amin menambahkan bahwa reformasi tata kelola harus dimulai dari dalam agar bisa menarik kepercayaan investor.
Danantara diharapkan menjadi simbol keseriusan Indonesia dalam memperbaiki iklim investasi: efisien, terukur, dan berbasis risiko.
Baca Juga: Selain Motor Royal Enfield, KPK Sita Mobil Mercy Lawas hingga Pajero Milik Ridwan Kamil
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena deindustrialisasi di Indonesia, ditandai dengan menurunnya kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB, melemahnya penyerapan tenaga kerja, dan meningkatnya ketergantungan pada impor.
“Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan strategi industri yang kuat, peningkatan kualitas SDM, serta positioning Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar global,” ujarnya.
Amin juga menekankan agar investasi yang masuk dapat mendorong alih teknologi, kolaborasi dengan UMKM, dan peningkatan nilai tambah ekspor.
“Danantara harus berada di garda depan penguatan strategi industri dan tata kelola. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pelengkap, tapi harus menjadi pemain utama di panggung rantai pasok global,” pungkasnya.
Baca Juga: Jam Berapa Adzan Dzuhur di Pekanbaru Hari Ini? Cek Jadwal Sholat Agar Ibadah Tepat Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






