Akurat
Pemprov Sumsel

Dongkrak Konsumsi Domestik, China Turunkan Ambang Potongan Pajak untuk Turis

Demi Ermansyah | 28 April 2025, 15:30 WIB
Dongkrak Konsumsi Domestik, China Turunkan Ambang Potongan Pajak untuk Turis

AKURAT.CO Pemerintah China resmi mengumumkan kebijakan baru berupa pelonggaran aturan potongan pajak untuk warga negara asing yang berkunjung ke negara tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendorong konsumsi domestik di tengah tekanan ekonomi akibat perang dagang yang berkepanjangan.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, Bank Rakyat China, dan beberapa departemen pemerintah lainnya dikutip dari laman CGTN, disebutkan bahwa wisatawan asing yang melakukan pembelanjaan minimal CNY200 yuan atau sekitar USD27 dolar pada hari yang sama di toko yang sama kini memenuhi syarat untuk mengklaim potongan pajak.

Sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan, jumlah maksimum pengembalian tunai yang dapat diklaim pun ditingkatkan secara signifikan menjadi CNY20.000 yuan. Pemerintah juga memperluas daftar toko yang berhak memberikan layanan pengembalian pajak, sehingga memberikan lebih banyak pilihan kepada para pelancong untuk berbelanja sekaligus mendapatkan insentif.

"Kami berkomitmen untuk memperkuat konsumsi domestik melalui berbagai langkah strategis, termasuk penyederhanaan prosedur potongan pajak untuk wisatawan asing," tulis Kementerian Keuangan dalam siaran pers resminya.

Baca Juga: China Kecam Proteksionisme AS, Serukan Dukungan Perdagangan Bebas di Forum IMF-World Bank

Langkah ini merupakan bagian dari respons China atas perlambatan ekonomi domestik yang diperburuk oleh kebijakan pembalasan dagang antara China dan Amerika Serikat. Dalam pertemuan pemerintah yang diawasi ketat pada tahun lalu, Beijing sudah menegaskan bahwa peningkatan konsumsi menjadi prioritas utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut sejumlah analis, insentif pajak ini diprediksi akan berdampak positif pada sektor ritel, pariwisata, dan perhotelan di China. Dengan adanya kemudahan ini, wisatawan diharapkan lebih terdorong untuk meningkatkan pengeluarannya selama berada di negara tersebut.

"Langkah ini menunjukkan bahwa China tidak hanya bergantung pada ekspor atau investasi infrastruktur untuk mendongkrak perekonomian, tetapi mulai berfokus serius pada kekuatan konsumsi domestik," ucap Ekonom dari Shanghai Financial Institute, Li Qiang.

Selain meningkatkan batas maksimal pengembalian pajak, pemerintah juga berkomitmen untuk menyederhanakan proses klaim. Prosedur yang sebelumnya dikenal rumit, dengan banyaknya persyaratan dokumen dan antrian panjang di bandara, akan disederhanakan agar lebih praktis dan efisien.

Pengembangan sistem digital untuk klaim pengembalian pajak kini sedang dipercepat. Wisatawan nantinya dapat mengajukan permohonan secara elektronik melalui aplikasi ponsel pintar, mempercepat proses verifikasi, dan mempersingkat waktu refund.

Pihak berwenang juga mengungkapkan bahwa lokasi pengembalian pajak tidak lagi hanya tersedia di bandara internasional, tetapi juga di sejumlah pusat kota besar dan objek wisata populer, memperluas kemudahan akses bagi para turis.

China berharap kebijakan ini tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan asing, tetapi juga mendorong mereka untuk menghabiskan lebih banyak uang selama kunjungan. Dalam jangka panjang, upaya ini diyakini akan berkontribusi terhadap stabilitas pertumbuhan konsumsi domestik, yang menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: AS Waspada! China Siap Lawan Tarif Trump

Menurut data Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China, pada tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan asing menurun 8% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan ketegangan geopolitik dan perang dagang. Dengan insentif baru ini, pemerintah berharap bisa membalikkan tren tersebut dan menghidupkan kembali sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan baru.

"Di tengah ketidakpastian global, langkah konkret seperti ini penting untuk membangun kepercayaan investor dan konsumen," ujar Mei Lan, analis di Beijing Economic Research Center.

Meski demikian, sejumlah tantangan tetap membayangi. Proses adaptasi di lapangan, kesiapan toko-toko dalam melayani sistem refund baru, serta sosialisasi kepada wisatawan asing menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi kebijakan ini.

Kendati begitu, pelonggaran aturan potongan pajak bagi turis menjadi sinyal kuat bahwa China bersungguh-sungguh dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonominya melalui konsumsi domestik yang lebih solid.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.