Akurat
Pemprov Sumsel

Inflasi AS Melemah, Harga Pangan Turun Tajam di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Demi Ermansyah | 14 Mei 2025, 19:05 WIB
Inflasi AS Melemah, Harga Pangan Turun Tajam di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

AKURAT.CO Inflasi di Amerika Serikat kembali melambat pada bulan April 2025, seiring dengan penurunan harga bahan makanan, energi, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Data terbaru tersebut memberikan ruang lega bagi konsumen, namun di saat bersamaan memunculkan kekhawatiran akan dampak tertunda dari kebijakan tarif impor pemerintah.

Mengutip dari laman Bloomberg, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) hanya naik 0,2% pada April, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Ini merupakan bulan ketiga berturut-turut inflasi melemah.

Penurunan signifikan terlihat pada harga tiket pesawat, hotel, hiburan, serta bahan makanan sektor-sektor yang selama ini menjadi tolok ukur permintaan domestik.

Baca Juga: Trump Kembali Tekan The Fed Segera Turunkan Suku Bunga

Salah satu penurunan harga paling mencolok terjadi pada telur, yang anjlok ke level terendah dalam empat dekade terakhir, usai sempat melonjak karena wabah flu burung. Harga kebutuhan pokok lain seperti ayam, bacon, dan beras juga tercatat menurun.

Kondisi ini memberikan kelegaan bagi warga AS yang sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Presiden Trump.

Pemerintah sebelumnya memberlakukan tarif global sebesar 10% terhadap hampir seluruh negara mitra dagang, dengan kemungkinan kenaikan lanjutan mulai Juli.

Namun, para analis menilai bahwa dampak tarif belum sepenuhnya terasa.

“Sebagian besar barang yang dijual pada April berasal dari kiriman sebelum tarif diberlakukan,” ujar Analis Senios dari JPMorgan, Michael Hanson. Ia memprediksi lonjakan harga baru akan terasa pada pertengahan tahun.

Baca Juga: Waspadai Risiko Tarif Tinggi, The Fed: Inflasi Tak Kunjung Reda, Investasi Kian Terhambat

Sementara itu, pasar keuangan memperkirakan The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal ketiga tahun ini.

Meski Presiden Trump mendesak agar suku bunga segera diturunkan, The Fed cenderung menahan diri sambil memantau tekanan harga yang mungkin terjadi akibat kebijakan dagang.

Dinamika antara data inflasi, tekanan politik, dan kebijakan tarif kini menjadi sorotan utama para pelaku pasar, yang mencari kepastian arah ekonomi AS menjelang paruh kedua tahun 2025.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.