Inflasi AS Melemah, Harga Pangan Turun Tajam di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

AKURAT.CO Inflasi di Amerika Serikat kembali melambat pada bulan April 2025, seiring dengan penurunan harga bahan makanan, energi, dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Data terbaru tersebut memberikan ruang lega bagi konsumen, namun di saat bersamaan memunculkan kekhawatiran akan dampak tertunda dari kebijakan tarif impor pemerintah.
Mengutip dari laman Bloomberg, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) hanya naik 0,2% pada April, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Ini merupakan bulan ketiga berturut-turut inflasi melemah.
Penurunan signifikan terlihat pada harga tiket pesawat, hotel, hiburan, serta bahan makanan sektor-sektor yang selama ini menjadi tolok ukur permintaan domestik.
Baca Juga: Trump Kembali Tekan The Fed Segera Turunkan Suku Bunga
Salah satu penurunan harga paling mencolok terjadi pada telur, yang anjlok ke level terendah dalam empat dekade terakhir, usai sempat melonjak karena wabah flu burung. Harga kebutuhan pokok lain seperti ayam, bacon, dan beras juga tercatat menurun.
Kondisi ini memberikan kelegaan bagi warga AS yang sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Presiden Trump.
Pemerintah sebelumnya memberlakukan tarif global sebesar 10% terhadap hampir seluruh negara mitra dagang, dengan kemungkinan kenaikan lanjutan mulai Juli.
Namun, para analis menilai bahwa dampak tarif belum sepenuhnya terasa.
“Sebagian besar barang yang dijual pada April berasal dari kiriman sebelum tarif diberlakukan,” ujar Analis Senios dari JPMorgan, Michael Hanson. Ia memprediksi lonjakan harga baru akan terasa pada pertengahan tahun.
Baca Juga: Waspadai Risiko Tarif Tinggi, The Fed: Inflasi Tak Kunjung Reda, Investasi Kian Terhambat
Sementara itu, pasar keuangan memperkirakan The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal ketiga tahun ini.
Meski Presiden Trump mendesak agar suku bunga segera diturunkan, The Fed cenderung menahan diri sambil memantau tekanan harga yang mungkin terjadi akibat kebijakan dagang.
Dinamika antara data inflasi, tekanan politik, dan kebijakan tarif kini menjadi sorotan utama para pelaku pasar, yang mencari kepastian arah ekonomi AS menjelang paruh kedua tahun 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









