Ketidakpastian Ekonomi Bayangi The Fed, Penurunan Suku Bunga Ditunda Hingga September Mendatang

AKURAT.CO Dua pejabat tinggi Federal Reserve (The Fed), termasuk Presiden The Fed New York John Williams dan Gubernur The Fed Atlanta Raphael Bostic, menyampaikan sinyal kuat bahwa pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kedua pejabat tersebut menyatakan pendekatan 'wait and see' masih menjadi pilihan utama seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Dalam konferensi yang digelar oleh Mortgage Bankers Association dikutip dari laman New York Times, Williams menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juni atau Juli sangat kecil kemungkinannya dilakukan.
Dirinya menekankan pentingnya pengumpulan data dan analisis mendalam terhadap kondisi ekonomi sebelum kebijakan apa pun diambil.
“[Pemotongan suku bunga] tidak akan terjadi pada Juni atau Juli. Kita harus memahami apa yang sedang terjadi, dan melihat bagaimana berbagai hal berkembang,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Kembali Tekan The Fed Segera Turunkan Suku Bunga
Tiga jadwal rapat kebijakan moneter The Fed berikutnya akan berlangsung pada Juni, Juli, dan September.
Para investor kini memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juni hanya berada di bawah 10%. Ekspektasi pasar juga telah disesuaikan, dari awalnya empat kali pemangkasan pada 2025 menjadi hanya dua kali.
Sementara itu, Raphael Bostic juga menunjukkan kehati-hatian serupa. Dalam wawancara dengan Bloomberg Television, ia menyatakan bahwa kebijakan suku bunga tetap akan dipertahankan, mengingat masih berlangsungnya negosiasi dagang antara pemerintah AS dan mitra dagang utamanya.
“Jika pembicaraan dagang berlarut hingga musim panas, kita belum bisa benar-benar memahami dampaknya. Kita perlu menunggu tiga hingga enam bulan untuk melihat kejelasannya,” tutur Bostic.
Baca Juga: Waspadai Risiko Tarif Tinggi, The Fed: Inflasi Tak Kunjung Reda, Investasi Kian Terhambat
Kebijakan penantian ini mencerminkan keraguan The Fed terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang, terutama akibat ketidakpastian dari kebijakan perdagangan serta potensi inflasi.
Sebelumnya, pada awal Mei, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan karena meningkatnya ketidakpastian yang didorong oleh kebijakan tarif pemerintahan Trump. Ketidakpastian ini juga membebani keputusan investasi dan belanja rumah tangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









