Menkeu Bantah Deflasi Mei 2025 0,37 Persen Karena Penurunan Daya Beli
Camelia Rosa | 2 Juni 2025, 22:59 WIB

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi 0,37% secara bulanan (month to month) pada Mei 2025.
Merespons hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa deflasi ini tidak mengindikasikan adanya penurunan daya beli. Menurutnya, hal ini merupakan efek dari kebijakan pemerintah yang berhasil menjaga harga barang dan jasa.
"Kalau deflasi ini kan kaya kita melakukan diskon transport, ini pasti menimbulkan deflasi, bukan karena masyarakat daya belinya turun, karena pemerintah melalui administered price, pemerintah melalukan intervensi," jelasnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Sebagai informasi, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 1,4%, dengan andil deflasi sebesar 0,41%. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan pada Mei 2025 mengalami inflasi sebesar 0,31% dan memiliki andil inflasi 0,02%.
Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami inflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, yaitu 0,23% dan andil inflasi 0,02%.
Berdasarkan komponen, deflasi bulan Mei 2025 utamanya didorong oleh deflasi komponen harga bergejolak dengan andil deflasi sebesar 0,41%. Kemudian, komponen harga diatur pemerintah memberikan andil deflasi sebesar 0,01%.
Sementara komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,05%, dengan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu tarif pulsa ponsel, emas perhiasan, dan kopi bubuk.
"Jadi kita pasti melihat dari komponen deflasi dari BPS kalau inflasi intinya masih di sekitar 2 persen itu berarti ada kenaikan harga karena ada permintaan karena core inflation adalah berasal dari kenaikan harga akibat daya beli atau permintaan," tukas Menkeu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







