Kebut IEU-CEPA, Airlangga: Momentum Strategis di Tengah Ketidakpastian Global
Hefriday | 7 Juni 2025, 19:12 WIB

AKURAT.CO Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) kini memasuki babak akhir setelah sembilan tahun berlangsung.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai pertemuan bilateral dengan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maroš Šefčovič, pada Jumat (6/6/2025) di Gedung Berlaymont, Brussels.
“Perjanjian IEU-CEPA telah mencapai tahap akhir setelah sembilan tahun lamanya melaksanakan perundingan. Hal ini tentunya menjadi momentum penting di tengah kondisi perekonomian global yang tidak dapat diprediksi dan tidak pasti,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (7/6/2025).
Menurut Airlangga, kesepakatan ini mencerminkan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Terlebih, dinamika ekonomi dunia yang diliputi ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas menuntut negara-negara untuk membangun kemitraan ekonomi yang kuat dan saling menguntungkan.
Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa pun terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2024, total nilai perdagangan kedua belah pihak mencapai USD30,1 miliar.
Uni Eropa tercatat sebagai mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia, sementara Indonesia menempati peringkat ke-33 bagi Uni Eropa.
Neraca perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa juga menunjukkan performa menggembirakan. Surplus perdagangan Indonesia meningkat dari USD2,5 miliar pada 2023 menjadi USD4,5 miliar pada 2024, mencerminkan daya saing produk ekspor nasional yang terus membaik di pasar Eropa.
Airlangga menyampaikan apresiasinya atas capaian penting dalam perundingan, termasuk tercapainya kesepakatan terkait aspek pertumbuhan perdagangan dan pembangunan berkelanjutan (trade and sustainable growth).
Salah satu poin kunci yang disepakati kedua belah pihak adalah mengenai sustainability framework sebagai landasan bagi kerja sama yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Pemerintah Indonesia juga mendorong agar Uni Eropa memberikan preferensi dagang untuk produk perikanan Tanah Air.
“Indonesia adalah negara kepulauan dengan laut yang luas. Kami memprioritaskan produk perikanan asal Indonesia untuk bisa masuk ke pasar Eropa,” tegas Airlangga.
Permintaan tersebut mengacu pada praktik yang sudah dilakukan Uni Eropa terhadap mitra dagang lainnya, yang telah mendapatkan preferensi khusus untuk produk-produk kelautan. Indonesia berharap perlakuan serupa dapat mendongkrak ekspor hasil laut nasional.
Di akhir pertemuan, Airlangga turut mengapresiasi sikap Komisioner Maroš yang memberikan sinyal positif atas kebijakan pengurangan deforestasi Uni Eropa.
Ia menyambut baik perlakuan khusus yang akan diberikan kepada negara-negara mitra yang telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) atau CEPA dengan Uni Eropa, termasuk Indonesia.
“Indonesia dan Uni Eropa sepakat untuk segera menyelesaikan isu-isu yang masih tersisa dan siap mengumumkan penyelesaian perundingan secara substansi pada akhir Juni 2025,” tukas Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









