Akurat
Pemprov Sumsel

Impor China Melemah Tiga Bulan Beruntun, Sinyal Lesunya Permintaan Domestik

Demi Ermansyah | 10 Juni 2025, 12:10 WIB
Impor China Melemah Tiga Bulan Beruntun, Sinyal Lesunya Permintaan Domestik

AKURAT.CO Penurunan impor China selama tiga bulan berturut-turut menimbulkan kekhawatiran atas daya beli dan pemulihan ekonomi domestik.

Di tengah lonjakan ekspor ke sejumlah negara, sisi lain dari perdagangan China menunjukkan gejala perlambatan. Impor Negeri Tirai Bambu tercatat turun 3,4% pada Mei 2025, memperpanjang tren negatif selama tiga bulan berturut-turut.

Sehingga kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya konsumsi dan aktivitas industri di dalam negeri.

Dikutip dari laman bloomberg, penurunan impor turut memunculkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi China saat ini masih sangat bergantung pada sektor eksternal.

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, Beijing berupaya mendorong transformasi ekonomi menuju model pertumbuhan berbasis konsumsi domestik.

Baca Juga: Cuekin Tarif Trump, Ekspor China Kian Melejit

“Turunnya impor bisa jadi refleksi dari pelemahan permintaan di sektor manufaktur maupun rumah tangga,” ujar analis ekonomi dari Shanghai University, Chen Xiaolong.

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa ketergantungan terhadap ekspor, meski menopang pertumbuhan, tetap menyimpan risiko jika ketegangan dagang meningkat.

Sementara itu, lanjutnya, apabila surplus perdagangan China tetap tinggi, menyentuh USD103 miliar pada Mei. Hal ini sebagian besar didorong oleh ekspor yang naik 4,8%, meski lebih rendah dari ekspektasi.

"Oleh karena itu, China kini menghadapi tantangan dari dua arah, yakni ketidakpastian eksternal akibat potensi kenaikan tarif oleh AS, serta lemahnya mesin ekonomi di dalam negeri," paparnya.

Mau tidak mau, pemerintah pusat harus kembali meningkatkan stimulus fiskal untuk menjaga permintaan, meski efek jangka pendeknya belum terlihat signifikan.

"Sebab jikalau tekanan ini terus berlanjut, maka target pertumbuhan ekonomi China tahun ini bisa berada di bawah proyeksi awal. Bahkan sejumlah pelaku pasar dan investor pun sudah pasti akan mencermati kembali kebijakan lanjutan yang diambil pemerintah pusat dalam beberapa bulan ke depan," paparnya kembali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.