Penutupan Selat Hormuz Kerek Inflasi AS hingga 5 Persen

AKURAT.CO Amerika Serikat bisa mengalami peningkatan inflasi hingga 5% menyusul keputusan Parlemen Iran yang mendukung penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak di dunia
Mengutip MarketWatch, Senin (23/6/2025), Tim Riset Komoditas Global JP Morgan yang dipimpin oleh Natasha Kaneva dalam catatannya mengatakan bahwa serangan terhadap Iran dapat memicu kenaikan harga minyak hingga USD120 dan mendorong inflasi AS hingga 5%.
Tindakan Iran ini menyebabkan lonjakan harga minyak global yang drastis, berdampak pada berbagai sektor ekonomi di AS. Kebijakan penutupan Selat Hormuz diambil oleh pemerintah Iran sebagai respons terhadap sanksi terbaru yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Presiden Iran mengatakan bahwa langkah tersebut adalah bentuk perlindungan terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional. Pengumuman resmi tentang dukunga parlemen Iran terhadap penutupan Selat Hormuz disampaikan pada hari ini, Senin, 23 Juni 2025. Dampak dari keputusan ini segera terasa di pasar minyak global dalam waktu beberapa hari.
Selat Hormuz berada di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, dan merupakan jalur yang sangat penting bagi ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Iran. Sekitar 20% dari total konsumsi minyak dunia dilalui oleh batang jalan ini setiap harinya.
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Kerek Inflasi dan Anggaran Subsidi energi
Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan terhadap meningkatnya tekanan dari Barat, terutama dari Amerika Serikat, yang menuduh Teheran melakukan pengayaan uranium melampaui batas kesepakatan nuklir. Selain itu, ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan tersebut juga memperburuk keadaan.
Penutupan dilakukan dengan mengerahkan kapal militer Iran dan menempatkan ranjau laut di beberapa lokasi strategis. Tindakan ini membuat perusahaan pelayaran dan tanker minyak harus mengubah rute atau menghentikan operasi mereka untuk sementara yang menyebabkan gangguan pada pasokan minyak secara global.
Sebagai akibat dari situasi ini, harga bahan bakar di Amerika Serikat juga bakal melonjak tajam. Konsumen merasakan dampaknya secara langsung melalui kenaikan harga bensin, kebutuhan pokok, dan biaya transportasi.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu krisis energi global yang berdampak langsung pada peningkatan inflasi di Amerika Serikat. Mengingat jalur ini sangat penting bagi pengiriman minyak dunia, gangguan yang terjadi menyebabkan lonjakan harga minyak dan mempengaruhi berbagai sektor ekonomi.
Laporan: Varadilla Oktavia/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









