Tarif Tambahan AS Ancam Airbus, UE Siapkan Perlindungan Dagang

AKURAT.CO Ancaman tarif tambahan Amerika Serikat terhadap pesawat Airbus SE sebesar 10% memicu kekhawatiran serius di Eropa.
Pemerintah Uni Eropa menilai kebijakan dagang Presiden Donald Trump tersebut menciptakan ketimpangan kompetitif dan berpotensi merugikan industri penerbangan benua biru.
Airbus, produsen pesawat kebanggaan Eropa yang bermarkas di Prancis, dinilai menjadi korban dalam perang dagang yang semakin memanas.
“Kami tidak bisa membiarkan Airbus diserang secara sepihak oleh kebijakan proteksionis AS,” kata Kepala Industri UE, Stephane Sejourne dikutip dari laman bloomberg.
Baca Juga: Indonesia dan Uni Eropa Perkuat Kemitraan Riset dan Inovasi Lewat Forum Sains dan Teknologi
Langkah-langkah dagang Trump juga dianggap melindungi Boeing secara tidak proporsional, di mana perusahaan asal Arlington, Virginia, tersebut luput dari beban tarif sebanding. Padahal, persaingan kedua raksasa penerbangan itu menjadi poros utama dalam pasar global.
Eropa menyiapkan serangkaian tindakan penyeimbangan kembali, termasuk tarif atas produk-produk ekspor AS dari sektor strategis dan bernilai tinggi. Rencana ini sejalan dengan komitmen UE untuk menjaga keadilan kompetisi dan melindungi lapangan kerja di sektor penerbangan.
Kepala Perdagangan UE, Maros Sefcovic menegaskan bahwa pihaknya tengah menjajaki skenario diplomatik dan teknis agar industri Eropa tetap terlindungi.
“Kita tidak bisa membiarkan sektor seperti penerbangan menjadi pion dalam politik tarif sepihak,” ujarnya dalam konferensi di Berlin.
Baca Juga: Genjot Investasi Uni Eropa, BKPM Sediakan EU Desk
Sementara itu, Airbus menyatakan siap bekerja sama dengan regulator Eropa guna menyusun argumen hukum di forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), apabila perlu.
Sebelumnya, Airbus dan Boeing sudah terlibat sengketa subsidi selama hampir dua dekade yang berujung pada saling tuduh pelanggaran aturan WTO.
Jika negosiasi tidak membuahkan hasil sebelum 9 Juli, maka tarif tetap sebesar 10 persen akan diberlakukan, memperparah kondisi persaingan di tengah upaya pemulihan industri pascapandemi.
“Ketidakpastian ini akan merusak iklim bisnis dan investasi,” ujar analis penerbangan independen, Claudia Wens.
Eropa kini menghadapi dilema antara mempertahankan stabilitas diplomatik atau mengambil langkah tegas demi menyelamatkan sektor industrinya dari dampak dominasi dagang Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









