Tarif Trump Ancam Stabilitas Perdagangan Global Jelang 1 Agustus

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengguncang perekonomian global dengan kebijakan tarif per negara yang akan berlaku efektif pada 1 Agustus 2025.
Langkah ini disebut oleh pengamat sebagai potensi pemicu ketidakstabilan dalam hubungan dagang internasional, khususnya dengan mitra strategis seperti Uni Eropa dan Asia Timur.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa mitra dagang AS memiliki tenggat waktu hingga 9 Juli untuk merespons, baik melalui surat kesediaan atau negosiasi langsung.
“Saya kira sebagian besar negara akan selesai pada 9 Juli, baik melalui surat atau kesepakatan,” ujarnya dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: China Peringatkan Negara Berkembang Jangan Jadi Korban Tarif AS
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick menegaskan bahwa tarif tersebut merupakan kombinasi antara keputusan sepihak dan hasil kesepakatan bilateral yang masih terus dibahas.
Namun, tidak ada kejelasan negara mana yang akan menerima tarif atau berhasil menghindarinya lewat negosiasi.
Kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk ekonom dan lembaga dagang internasional.
Mereka menilai pendekatan tarif berbasis negara tanpa kejelasan indikator bisa menciptakan ketidakpastian dalam rantai pasok global. Beberapa negara, terutama di Asia, disebut tengah menyusun respons diplomatik atas ancaman tarif ini.
Baca Juga: Tarif AS Ganggu Daya Saing Ekspor Jepang, Industri Manufaktur Semakin Tertekan
Profesor Ekonomi Internasional dari University of Chicago, Lisa Brown, menilai pendekatan Trump berisiko memicu tindakan balasan.
“Langkah ini bisa berdampak domino dan meningkatkan ketegangan dagang global,” ujarnya.
Jika diterapkan secara penuh, kebijakan ini berpotensi meningkatkan harga barang impor di AS serta memperlambat laju perdagangan global, sesuatu yang tidak diinginkan di tengah proses pemulihan ekonomi pascapandemi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









