Trump Ancam Tarif 10 Persen untuk Negara BRICS, Perdagangan Global Terancam Gonjang-Ganjing

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memanaskan suhu perdagangan global dengan mengumumkan rencana penerapan tarif tambahan sebesar 10% untuk seluruh negara anggota BRICS.
Langkah tersebut dinilai berpotensi memperuncing ketegangan ekonomi antara AS dan kelompok ekonomi berkembang tersebut.
Dalam rapat kabinet yang digelar di Gedung Putih mengutip dari laman reuters, Trump secara gamblang menyatakan bahwa siapa pun yang tergabung dalam BRICS akan dikenai tarif tambahan.
“Jika mereka anggota BRICS, mereka harus membayar tarif 10 persen. Mereka tidak akan lama menjadi anggota,” ujar Trump, Rabu (9/7/2025).
Baca Juga: Erick: Dirut Garuda dan Pertamina Ikut ke AS Buat Nego Tarif Trump
Pernyataan ini dilontarkan hanya dua hari pasca Trump mengunggah ancaman serupa melalui platform Truth Social, menyebut BRICS sebagai kelompok yang mengancam dominasi dolar Amerika Serikat dalam perdagangan dunia.
Meski belum merinci kapan kebijakan tarif tersebut akan berlaku, Trump menyebut bahwa tindakan ini akan diambil jika BRICS melanjutkan kebijakan yang dianggapnya anti-Amerika.
Lebih lanjut dirinya juga menuding kelompok ini secara kolektif berusaha merusak posisi dolar sebagai mata uang cadangan global.
Pernyataan itu menuai kekhawatiran dari pelaku pasar global. Dengan bertambahnya anggota BRICS termasuk Indonesia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Mesir ancaman tarif ini berisiko merusak aliran perdagangan bilateral antara AS dan sejumlah mitra strategisnya.
Baca Juga: Hadapi Tarif Trump, RI Dekati Raksasa Migas AS
Seperti yang diketahui,deklarasi KTT BRICS pada 6-7 Juli lalu di Brasil juga mengindikasikan dorongan untuk memperkuat sistem pembayaran lintas batas sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Dalam deklarasi bersama, BRICS menyampaikan keprihatinan atas praktik perdagangan unilateral yang tidak sesuai dengan prinsip WTO, sebuah pernyataan yang diyakini mengarah pada kebijakan Washington.
Jika diterapkan secara penuh, kebijakan tarif sepihak ini berpotensi memicu gelombang retaliasi dari negara-negara BRICS dan memunculkan ketidakpastian dalam rantai pasok global.
Perdagangan multilateral, yang selama ini menjadi pilar utama ekonomi dunia, kini menghadapi tantangan serius di tengah memanasnya rivalitas ekonomi antara AS dan blok negara berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







