Trump Ingin Ganti Ketua The Fed, Ancaman Terhadap Independensi Menguat

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah menyiapkan kandidat pengganti Jerome Powell sebagai Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), memicu kekhawatiran akan meningkatnya intervensi politik terhadap lembaga keuangan paling berpengaruh itu.
Penasihat ekonomi Trump sekaligus Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett disebut sebagai kandidat terkuat untuk posisi tersebut.
Sejumlah pengamat menilai proses seleksi ini kian menegaskan intensi Trump untuk lebih mengendalikan arah kebijakan moneter. Padahal, independensi The Fed selama ini menjadi pilar utama menjaga stabilitas inflasi dan kredibilitas ekonomi AS di mata investor global.
“Hassett adalah loyalis Trump. Jika ia benar-benar diangkat, ini akan menjadi preseden berbahaya bagi independensi The Fed,” ujar Direktur Beacon Policy Advisors, Stephen Myrow dikutip dari laman The Washington Post, Rabu (16/7/2025).
Baca Juga: Dampak Tarif Masih Dikaji, The Fed Pertimbangkan Langkah Hati-hati
Trump secara terbuka telah berulang kali mengkritik Powell karena mempertahankan suku bunga tinggi. Ia menyalahkan kebijakan itu atas beban utang pemerintah yang kian membengkak.
“Kita butuh pemimpin bank sentral yang mendukung pertumbuhan, bukan menghambatnya,” tegas Trump dalam wawancara televisi pekan lalu.
Diketahui, selain Hassett, ada dua nama lain yang disebut-sebut dalam bursa calon Gubernur The Fed, yakni Kevin Warsh dan Menteri Keuangan Scott Bessent. Namun, hanya Hassett yang berada dekat dengan lingkar dalam kekuasaan Gedung Putih.
Kekhawatiran pelaku pasar tak berhenti pada proses seleksi yang sarat muatan politik. Mereka juga mencermati kemungkinan Powell bertahan sebagai anggota dewan gubernur jika tak dipilih kembali. Skenario ini berpotensi menciptakan 'ketua bayangan' yang membingungkan pasar.
“Pasar membutuhkan kejelasan. Ketika pemimpin bank sentral dipilih berdasarkan loyalitas politik, bukan kapabilitas teknokratik, hasilnya bisa berisiko besar,” ujar ekonom dari Harvard University, Jason Furman.
Baca Juga: The Fed Beri Sinyal Dua Kali Pemangkasan Suku Bunga, Tarif Jadi Variabel Kunci
Dalam sejarah modern AS, independensi The Fed selalu dijaga ketat, bahkan di masa krisis keuangan. Jika digantikan oleh tokoh politik seperti Hassett, tren itu akan mengalami pembalikan tajam berpotensi menimbulkan gejolak di pasar obligasi dan valuta asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









