Akurat
Pemprov Sumsel

IEU-CEPA Diteken, Ekspor Indonesia Diproyeksi Naik 50 Persen dalam 4 Tahun

Atikah Umiyani | 18 Juli 2025, 11:15 WIB
IEU-CEPA Diteken, Ekspor Indonesia Diproyeksi Naik 50 Persen dalam 4 Tahun

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia resmi menyepakati Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement(IEU-CEPA) bersama Uni Eropa.

Perjanjian dagang komprehensif ini diyakini akan mendorong ekspor nasional secara signifikan, sekaligus membuka peluang besar bagi transformasi ekonomi berkelanjutan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal, mengatakan bahwa melalui IEU-CEPA, ekspor Indonesia ke Eropa berpotensi meningkat hingga 50 persen dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

“Sekitar 80 persen produk unggulan Indonesia akan mendapat preferensi tarif atau bebas tarif di pasar Eropa. Ini mencakup komoditas seperti minyak kelapa sawit berkelanjutan, tekstil, alas kaki, perikanan, makanan olahan, dan produk pertanian,” kata Fithra di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Ia menjelaskan, perjanjian ini tak hanya berdampak pada perdagangan, tapi juga membuka peluang besar di sektor ketenagakerjaan dan investasi hijau.

“Dampak turunannya bisa menciptakan satu juta lapangan kerja baru, terutama di industri manufaktur, pertanian, perikanan, serta jasa profesional dan logistik,” ujar Fithra.

Lebih dari itu, IEU-CEPA dinilai sebagai akselerator penting dalam mendorong ekonomi hijau di Indonesia.

Baca Juga: Kegiatan Sosial Tokyo Riverside: Tak Sekadar Bantuan, Tapi Hadirkan Senyum Anak Yatim

Perjanjian ini membuka jalan bagi peningkatan investasi di sektor energi terbarukan, industri ramah lingkungan, dan pertanian berkelanjutan.

“Kita bisa memanfaatkan perjanjian ini untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan tata kelola agar sejalan dengan standar Uni Eropa. Ini memperkuat governance dan mempercepat transformasi ekonomi rendah karbon,” tegasnya.

Fithra juga menyebut IEU-CEPA sebagai momentum penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional. Standar tinggi dalam perjanjian ini membuka peluang alih teknologi dan peningkatan kualitas produksi dalam negeri.

“Ini menciptakan sinyal positif dan efek ikut-ikutan (bandwagon effect) dari investor global, bukan hanya dari Eropa, tetapi juga dari negara lain yang melihat Indonesia sebagai mitra dagang yang kredibel,” tambahnya.

Selain memperkuat akses ke pasar utama, IEU-CEPA juga membuka ekspansi ke pasar-pasar baru yang sebelumnya belum tergarap optimal.

Saat ini, Uni Eropa merupakan mitra dagang kelima terbesar Indonesia, sementara Indonesia baru menempati peringkat ke-33 sebagai mitra dagang Uni Eropa.

“Dengan IEU-CEPA, ekspor kita bisa lebih tersebar, tidak hanya tergantung pada satu atau dua negara tujuan,” ujarnya.

Kesepakatan ini ditandai melalui exchange of letters yang diteken pada Minggu, 13 Juli 2025, usai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di Kantor Pusat Uni Eropa, Berlaymont Building, Brussel.

Baca Juga: Ini Lirik Lagu Baru Jump Milik Blackpink!

Dokumen ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maroš Šefčovič.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.