Penundaan Sanksi AS–China Dinilai sebagai Langkah Taktis Kedua Pihak

AKURAT.CO Keputusan Amerika Serikat untuk menunda sanksi baru terhadap perusahaan China bukan hanya sinyal damai, tetapi juga strategi ekonomi yang saling menguntungkan.
Dalam pernyataannya, Kementerian Perdagangan China menyebut Washington telah menyetujui penangguhan aturan '50%' selama setahun.
Aturan ini semula akan memperluas daftar perusahaan China yang terkena pembatasan perdagangan AS, termasuk anak perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki entitas yang disanksi.
Baca Juga: Kesepakatan Baru AS–Tiongkok: Akhiri Perang Dagang Lewat Isu Logam Tanah Jarang
Langkah Washington tersebut langsung direspons Beijing dengan menunda kebijakan ekspor mineral tanah jarang yang menjadi komoditas penting bagi industri otomotif, semikonduktor, hingga pertahanan.
“Ini langkah taktis dari kedua pihak. AS menahan diri untuk menjaga kepentingan industrinya, sementara China menahan pembalasan agar rantai pasok global tidak terganggu,” ujar analis ekonomi internasional dari Universitas Tsinghua, Li Zhang dikutip dari laman reuters.
Selain itu, kedua negara juga mencapai kesepakatan tambahan diantaranya AS mengurangi separuh tarif fentanil untuk barang-barang China dan menunda tarif resiprokal selama satu tahun, sedangkan China melanjutkan impor kedelai dari AS.
Pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan disebut berlangsung “sangat baik”. Trump bahkan menggambarkan hubungan keduanya kini berada pada titik yang “sangat, sangat penting”.
Baca Juga: Trump di Korea Selatan: Fokus Akhiri Perang Dagang AS-China dan Bahas Stabilitas Korea Utara
Li Zhang menilai, kesepakatan ini bukan akhir dari perang dagang, tetapi momentum penting menuju stabilitas ekonomi global.
"Sebab dengan kebijakan saling menahan diri, baik Washington maupun Beijing berusaha memastikan kepentingan industri domestik mereka tidak terguncang di tengah ketidakpastian geopolitik," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








