Akurat
Pemprov Sumsel

Goldman: AI dan Investasi Bisnis Jadi Mesin Utama Ekonomi AS di 2026

Demi Ermansyah | 12 Januari 2026, 19:40 WIB
Goldman: AI dan Investasi Bisnis Jadi Mesin Utama Ekonomi AS di 2026

AKURAT.CO Goldman Sachs memandang struktur pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 akan mengalami pergeseran signifikan dibandingkan siklus sebelumnya.

Pertumbuhan produktivitas, terutama yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), diproyeksikan menjadi motor utama ekonomi.

Mengutip dari laman bloomberg, Kepala Ekonom AS Goldman Sachs, David Mericle, menyebut kontribusi pertumbuhan PDB ke depan akan semakin bergantung pada produktivitas, sementara peran pasokan tenaga kerja diperkirakan menyusut seiring menurunnya arus imigrasi.

Baca Juga: Goldman Sachs Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China Berkat Stimulus Fiskal

“Komposisi pertumbuhan PDB di tahun-tahun mendatang akan terlihat berbeda dibandingkan siklus sebelumnya,” tulis Mericle dalam laporan tersebut.

Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan PDB AS mencapai 2,5% berbasis Q4/Q4 atau setara 2,8% secara tahunan.

Tentunya, lanjut David, angka tersebut lebih optimistis dibandingkan hasil survei Bloomberg yang memperkirakan ekonomi AS tumbuh 2% pada 2026.

Kinerja ekonomi AS juga dinilai mendapat sokongan dari paket pemotongan pajak Presiden Donald Trump, yang diyakini mampu menjaga daya saing ekonomi Negeri Paman Sam dibandingkan negara maju lainnya.

Baca Juga: Goldman Sachs dan Citigroup Kompak Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China

Dari sisi permintaan domestik, belanja konsumen diperkirakan tumbuh stabil, ditopang oleh pemangkasan pajak dan kenaikan upah riil.

Sementara itu, investasi bisnis diproyeksikan menjadi komponen terkuat dalam pertumbuhan PDB pada 2026.

Goldman menilai kondisi keuangan yang lebih longgar, berkurangnya ketidakpastian kebijakan, serta insentif pajak menjadi faktor utama yang mendorong ekspansi investasi sektor korporasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.