Kadin Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026 Tembus 5,4 Persen, Ini 3 Pendorongnya
Hefriday | 16 Januari 2026, 15:15 WIB

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan tetap solid di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, memperkirakan ekonomi nasional mampu tumbuh hingga 5,4% pada 2026, dengan catatan tiga komponen utama perekonomian dapat dioptimalkan secara simultan.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 ini dinilai realistis, mengingat fondasi stabilitas ekonomi yang relatif terjaga serta dukungan kebijakan fiskal dan investasi yang berkelanjutan. Optimisme tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha, investor, dan generasi muda yang mulai aktif mengambil peran dalam aktivitas ekonomi nasional.
Dengan konsumsi domestik yang kuat, perdagangan yang kian positif, serta prospek investasi yang membaik, ekonomi Indonesia diyakini memiliki ruang akselerasi lebih besar pada tahun depan.
Konsumsi Domestik Jadi Penopang Utama Pertumbuhan
Anindya menegaskan, konsumsi domestik masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, kinerja konsumsi sangat bergantung pada efektivitas belanja pemerintah.
Belanja pemerintah perlu diarahkan agar semakin produktif dan tepat sasaran, sehingga benar-benar mampu mendorong daya beli masyarakat. Program-program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas jika dijalankan secara optimal.
Menurut Anindya, pelibatan pelaku usaha sektor riil menjadi kunci agar belanja pemerintah tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
Distribusi Belanja Daerah Jadi Sorotan
Selain belanja pusat, belanja pemerintah daerah juga perlu mendapatkan perhatian serius. Anindya menilai distribusi belanja harus lebih merata agar daerah-daerah yang pada 2025 masih terdampak kebijakan efisiensi tetap mendapatkan dorongan ekonomi.
“Bagaimana supaya belanja pemerintah ini makin produktif dan efektif, sehingga bisa sampai kepada daerah-daerah,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Optimalisasi belanja daerah diyakini mampu memperkuat ekonomi regional, sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan antarwilayah di Indonesia.
Perdagangan Dinilai Kian Positif
Komponen kedua yang menopang proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 adalah sektor perdagangan. Kadin menilai kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa waktu terakhir.
Dengan fundamental yang membaik, sektor perdagangan dinilai perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong ekspor, memperkuat neraca dagang, dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Investasi Didukung Peran Danantara
Komponen ketiga adalah investasi, yang diproyeksikan tumbuh lebih kuat pada 2026. Anindya optimistis kinerja investasi akan terdongkrak dengan hadirnya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Keberadaan Danantara diharapkan mampu memperkuat pengelolaan investasi strategis, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor di tengah stabilitas ekonomi yang terjaga.
Stabilitas makroekonomi dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting yang mendukung iklim investasi tetap kondusif.
Pemerintah Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki modal yang cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyelaraskan tiga mesin pertumbuhan utama, yakni kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiganya diharapkan bergerak searah dan saling memperkuat demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menunjukkan optimisme yang terukur. Dengan konsumsi domestik yang kuat, perdagangan yang membaik, serta investasi yang terus tumbuh, target pertumbuhan di kisaran 5,4% hingga 6% dinilai bukan hal yang mustahil.
Tantangannya kini terletak pada eksekusi kebijakan agar setiap instrumen ekonomi benar-benar bekerja efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat serta dunia usaha.
Bagi generasi muda dan pelaku bisnis, arah kebijakan ini menjadi sinyal penting untuk mulai mempersiapkan strategi, memanfaatkan peluang, dan mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









