Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Tetap Terbitkan 8 Seri SBN Ritel di 2026, Tangkap Geliat Investor Perempuan

Hefriday | 26 Januari 2026, 23:37 WIB
Pemerintah Tetap Terbitkan 8 Seri SBN Ritel di 2026, Tangkap Geliat Investor Perempuan

AKURAT.CO Pemerintah memastikan akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel sebanyak delapan kali sepanjang 2026, sama seperti tahun sebelumnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga minat dan kepercayaan investor ritel, sekaligus memperluas basis pembiayaan negara dari masyarakat.

Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, mengatakan jadwal penerbitan SBN Ritel 2026 memang bersifat tentatif dan tidak akan mengganggu perencanaan investasi masyarakat.
 
 
“Kita lihat di sini, ini jadwalnya tentatif. Tapi ya biasanya kalaupun bergeser ya geser satu dua hari saja,” ujar Novi dalam paparannya di Gedung Djuanda, Jakarta, Senin (26/1/2026).
 
Menurut Novi, pemerintah berupaya menjaga konsistensi jadwal agar investor dapat menyesuaikan strategi investasinya, terutama bagi pemegang SBN Ritel yang akan jatuh tempo dan ingin melakukan reinvestasi.

Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026 Hampir Sepanjang Tahun

Pemerintah menyiapkan instrumen SBN Ritel hampir sepanjang tahun dengan jeda antar penawaran yang relatif singkat, sekitar satu hingga dua minggu. Hal ini memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk masuk ke instrumen investasi negara.
 
Novi mencontohkan, investor yang memiliki ORI atau Sukuk Tabungan yang jatuh tempo di pertengahan tahun dapat kembali berinvestasi pada seri baru yang terbit di periode tersebut, seperti ORI030 atau seri lain yang dijadwalkan.
 
“Jadi artinya buat teman-teman semua, buat para investor ini bisa menyesuaikan dengan jadwal penawaran SBN Ritel yang telah tersedia,” jelasnya.
 
Berikut jadwal penawaran SBN Ritel 2026 yang telah diumumkan pemerintah:
  • ORI029: 26 Januari–19 Februari 2026
  • SR024: 6 Maret–15 April 2026
  • ST016: 8 Mei–3 Juni 2026

Nilai Transaksi dan Jumlah Investor SBN Ritel Terus Meningkat

Minat masyarakat terhadap SBN Ritel tercermin dari peningkatan jumlah investor dan nilai transaksi dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, jumlah investor tercatat sebanyak 131 ribu orang, dengan total transaksi mencapai Rp97 triliun.
 
Angka tersebut meningkat signifikan pada 2025. Nilai transaksi SBN Ritel mencapai Rp153 triliun, dengan total investor 263 ribu orang, termasuk 102 ribu investor baru. 
 
Sepanjang 2025, pemerintah menerbitkan delapan seri SBN Ritel, mulai dari ORI027 hingga Sukuk Tabungan ST015, dengan total partisipasi investor sekitar 262.927 orang.

Investor Perempuan Dominasi Pembelian SBN Ritel

Menariknya, pemerintah mencatat partisipasi investor perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki dalam pembelian SBN Ritel sepanjang 2025. Dari total investor, 58% merupakan perempuan, sementara laki-laki tercatat 42%.
 
Novi menilai dominasi investor perempuan ini cukup unik, mengingat secara demografi jumlah penduduk laki-laki di Indonesia sedikit lebih besar dibandingkan perempuan.
 
“Dari sisi literasi keuangan masyarakat, artinya semakin masyarakat Indonesia ter-literate secara finansial, itu artinya ya mereka akan terbuka dengan instrumen-instrumen investasi yang ada,” ujar Novi.
 
Dirinya menjelaskan, peran perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga menjadi salah satu faktor utama tingginya partisipasi tersebut. Selain itu, karakteristik SBN Ritel yang aman dan memberikan kepastian imbal hasil juga dinilai lebih sesuai dengan preferensi investor perempuan.
 
“Karena instrumen SBN Ritel ini adalah instrumen yang aman dan bisa memberikan kepastian. Kenapa memberikan kepastian? Karena fixed income, kuponnya tetap. Sehingga di sini kita lihat bahwa akhirnya 58% yang membeli adalah perempuan,” jelasnya.

Generasi Muda Mendominasi Investor SBN Ritel

Dari sisi usia, investor SBN Ritel 2025 didominasi generasi muda. Jika digabungkan, Milenial dan Gen Z mencapai sekitar 51% dari total investor. Sementara itu, Gen X dan Baby Boomers masih berkontribusi signifikan sebesar 29%.
 
Bahkan, investor dari generasi yang lahir pada rentang 1928–1945 masih tercatat berpartisipasi, meski porsinya hanya sekitar 1%. Data ini menunjukkan daya tarik SBN Ritel yang lintas generasi, dengan dominasi kuat dari kelompok usia produktif.

Tantangan Literasi Keuangan di Luar Jawa

Berdasarkan profesi, investor SBN Ritel paling banyak berasal dari kalangan pegawai swasta (33%), disusul wiraswasta (18%). Dari sisi wilayah, partisipasi masih didominasi Indonesia Barat sebesar 62,1%, dengan kontribusi terbesar dari DKI Jakarta (27,7%).
 
Sementara itu, Indonesia Tengah baru mencapai 9,7%, yang menurut pemerintah masih menyimpan potensi besar untuk digarap melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
 
“Artinya di sini juga tantangan buat kita untuk pemerintah terus melakukan peningkatan financial literacy di Indonesia bagian Tengah dan Timur, karena kita melihat potensinya sebenarnya cukup besar juga di sana,” tukas Novi.

SBN Ritel Kian Relevan bagi Investor Muda

Dengan penerbitan delapan seri SBN Ritel sepanjang 2026, pemerintah menunjukkan komitmen menjaga akses investasi yang aman, stabil, dan terjangkau bagi masyarakat. 
 
Dominasi investor muda dan perempuan menjadi sinyal positif meningkatnya literasi keuangan nasional, sekaligus peluang memperluas basis investor di luar wilayah Indonesia Barat.
 
Bagi generasi muda yang mencari instrumen investasi berisiko rendah dengan imbal hasil pasti, SBN Ritel tetap menjadi pilihan relevan di tengah dinamika ekonomi 2026.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa