BPS: Sawit Hingga Semikonduktor Angkat Kinerja Ekspor RI 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung utama dalam pencapaian surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus perdagangan kumulatif sebesar USD41,05 miliar sepanjang Januari–Desember 2025 tidak terlepas dari kuatnya kinerja ekspor nonmigas, khususnya dari sektor manufaktur.
BPS mencatat industri pengolahan memberikan andil sebesar 10,77% terhadap peningkatan ekspor nonmigas sepanjang 2025. Sejumlah komoditas manufaktur mencatatkan kinerja ekspor yang solid dan berkontribusi signifikan terhadap surplus perdagangan nasional.
Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD41 Miliar Sepanjang 2025
Komoditas tersebut antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik.
Selain ditopang sektor industri pengolahan, surplus perdagangan Indonesia juga diperkuat oleh kinerja perdagangan dengan mitra dagang utama.
Sepanjang Januari–Desember 2025, Amerika Serikat menjadi negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia dengan nilai USD18,11 miliar.
India menyusul sebagai mitra dagang penyumbang surplus terbesar kedua dengan nilai USD13,49 miliar, sementara Filipina mencatatkan surplus sebesar USD8,42 miliar.
Dari sisi bulanan, ekspor Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar USD26,35 miliar atau tumbuh 11,64% secara tahunan. Peningkatan ini terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang mencapai USD25,09 miliar atau naik 13,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BPS: Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2025
Sementara itu, impor pada Desember 2025 tercatat sebesar USD23,83 milia atau tumbuh 6,36% secara tahunan. BPS mencatat peningkatan impor terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan penolong bagi industri dalam negeri.
Dengan struktur perdagangan tersebut, BPS menilai kinerja ekspor dan impor Indonesia masih menunjukkan keseimbangan yang mendukung keberlanjutan aktivitas industri dan perdagangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









