Akurat
Pemprov Sumsel

Kewajiban Neto RI Kuartal IV-2025 Naik ke USD261,8 Miliar

Yosi Winosa | 10 Maret 2026, 14:06 WIB
Kewajiban Neto RI Kuartal IV-2025 Naik ke USD261,8 Miliar
Kewajiban neto Indonesia dalam PII

AKURAT.CO Pada akhir kuartal IV-2025, kewajiban neto tercatat sebesar USD272,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir kuartal III-2025 sebesar USD261,8 miliar, berdasarkan laporan posisi investasi Indonesia (PII) BI.

Menurut Direktur Eksekutif​​ Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, peningkatan kewajiban neto tersebut dipengaruhi oleh kenaikan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Peningkatan kewajiban neto tersebut bersumber dari kenaikan posisi KFLN sebesar USD61,9 miliar (8,0%, yoy) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan posisi AFLN sebesar USD34,9 miliar (6,7%, yoy).

Baca Juga: Kewajiban Neto RI Kuartal I-2025 Turun ke USD224,5 Miliar

Kenaikan posisi KFLN terutama dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung yang disertai dengan kenaikan harga saham domestik.

Sementara itu, kenaikan posisi AFLN dipengaruhi oleh peningkatan posisi pada seluruh komponen, baik dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, investasi lainnya, maupun cadangan devisa.

Secara rinci, posisi KFLN Indonesia meningkat terutama dipengaruhi oleh peningkatan posisi investasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal IV-2025 tercatat sebesar USD831,1 miliar, meningkat dari USD807,3 miliar pada akhir kuartal III-2025.

Peningkatan posisi KFLN tersebut terutama bersumber dari aliran masuk modal asing pada investasi portofolio, investasi langsung, dan investasi lainnya yang mencerminkan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia. Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penguatan indeks harga saham domestik.

Sementara, posisi AFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh kenaikan cadangan devisa dan investasi langsung. Posisi AFLN pada akhir kuartal IV-2025 tercatat sebesar USD558,5 miliar, meningkat dari USD545,5 miliar pada akhir kuartal III-2025.

Sebagian besar komponen AFLN mencatatkan peningkatan posisi. Selain cadangan devisa, kenaikan AFLN juga didorong oleh investasi langsung dan investasi portofolio. Peningkatan posisi AFLN juga dipengaruhi oleh kenaikan harga emas dan indeks harga saham global.

Secara keseluruhan tahun 2025, PII Indonesia juga mencatat peningkatan kewajiban neto dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2024. Kewajiban neto PII Indonesia meningkat dari USD245,7 miliar pada akhir 2024 menjadi USD272,6 miliar pada akhir 2025.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada kuartal IV-2025 dan keseluruhan tahun 2025 tetap terjaga, sehingga mendukung ketahanan eksternal.

Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada tahun 2025 yang tetap terjaga sebesar 18,8% serta struktur kewajiban PII Indonesia yang didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,2%), terutama dalam bentuk investasi langsung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.