Distribusi Bantuan Pangan Masih Rendah, Bos Bulog: Agar Harga Terkendali

AKURAT.CO Penyaluran bantuan pangan 2026 yang dilakukan Perum Bulog masih menunjukkan angka serapan yang rendah hingga awal April.
Data terbaru mencatat realisasi distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) baru mencapai 68,77 ribu ton atau sekitar 8,31% dari total alokasi 828 ribu ton sepanjang tahun.
Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran bantuan minyak goreng (migor). Hingga saat ini, realisasinya baru menyentuh 2,47% dari target distribusi nasional sebesar 312,9 juta liter.
Rendahnya angka ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas program bantuan pangan di tengah kebutuhan masyarakat yang masih tinggi, terutama pasca-Ramadan.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa lambatnya distribusi bukan disebabkan kendala teknis, melainkan strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga di pasar selama periode Ramadan.
“Sesuai arahan pimpinan, kami diminta untuk lebih fokus mengendalikan harga beras, minyak, dan komoditas lain di pasar. Kalau bantuan pangan digelontorkan terlalu cepat, dikhawatirkan stok di pasar habis dan justru memicu keresahan masyarakat,” ujar Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat di Komplek Parlemen, Kamis (2/4/2026).
Kebijakan ini mencerminkan pendekatan kehati-hatian pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, terutama saat permintaan pangan meningkat signifikan selama bulan puasa dan Lebaran.
33 Juta Penerima Beras dan 32 Juta Penerima Migor
Secara keseluruhan, program bantuan pangan beras tahun ini ditargetkan menjangkau 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Setiap penerima akan mendapatkan alokasi sebesar 10 kilogram beras.
Sementara itu, bantuan minyak goreng dirancang untuk menjangkau 32,24 juta penerima, dengan alokasi masing-masing sebesar 2 liter per orang. Skala program ini menunjukkan besarnya intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Strategi “Gaspol” Pasca-Lebaran, Target Tuntas April 2026
Bulog memastikan bahwa percepatan distribusi akan dilakukan setelah periode Lebaran. Rizal menyebut pihaknya akan langsung menggenjot penyaluran agar target dapat tercapai dalam waktu singkat.
“Harapan kami, setelah Lebaran ini kami langsung gaspol. Targetnya, hingga akhir April distribusi sudah bisa mencapai 100 persen,” kata Rizal.
Langkah percepatan ini menjadi krusial untuk memastikan bantuan tepat waktu, sekaligus menjaga momentum pemulihan konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu pendorong utama ekonomi nasional.
Kriteria Penerima Bantuan: Fokus Kelompok Rentan Desil 1-4
Program bantuan pangan ini menyasar masyarakat yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau DTKS milik Kementerian Sosial. Prioritas diberikan kepada kelompok masyarakat miskin dan rentan yang berada di desil 1 hingga 4.
Secara umum, penerima bantuan harus terdaftar dalam DTKS dan bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, maupun Polri. Sementara untuk kriteria khusus, bantuan difokuskan pada keluarga miskin yang belum menerima komponen utama Program Keluarga Harapan (PKH).
Penyaluran bantuan dilakukan melalui skema Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dengan saldo khusus yang hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di e-warong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











