Porsi BUMN di LCT Masih Rendah, Ruang Ekspansi masih Terbuka

AKURAT.CO Pemerintah menilai pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih memiliki ruang ekspansi besar.
Saat ini, partisipasi BUMN tercatat baru berada di kisaran 10–19% dari total transaksi LCT nasional.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan pemanfaatan, namun sekaligus menegaskan bahwa kontribusi korporasi negara dalam penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas masih belum optimal.
Baca Juga: BP BUMN Perkuat Transformasi untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Deputi Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan menyebut pemerintah kini fokus mempercepat adopsi LCT, terutama untuk aktivitas ekspor-impor.
“Pengembangan LCT merupakan langkah konkret dan strategis menuju peningkatan efisiensi, pengurangan kerentanan eksternal dan penguatan kerja sama keuangan multilateral,” ujarnya.
Secara historis, sejak diperkenalkan pada 2018, LCT berkembang dari skema bilateral terbatas menjadi instrumen yang digunakan lintas sektor, termasuk manufaktur, listrik dan gas, transportasi, perdagangan, dan jasa.
Konteks ini menjadi penting karena perdagangan Indonesia selama ini masih sangat bergantung pada dolar AS sebagai mata uang settlement utama. Ketika dolar menguat, biaya impor dan kewajiban pembayaran luar negeri otomatis meningkat.
Data Bank Indonesia menunjukkan cadangan devisa Indonesia per akhir Januari 2026 berada di USD154,6 miliar, setara 6,3 bulan impor, yang menjadi bantalan penting stabilitas eksternal.
Baca Juga: BP BUMN Perkuat Layanan AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional
Dengan memperluas LCT, pemerintah berharap tekanan terhadap permintaan dolar di pasar domestik bisa berkurang, sehingga membantu stabilitas rupiah dan biaya transaksi perusahaan.
Untuk mempercepat langkah tersebut, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas LCT Nasional yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga. Fokusnya adalah penyederhanaan proses, pemberian insentif, serta perluasan dealer valuta lintas mata uang.
Dalam jangka menengah, perluasan LCT dinilai dapat memperkuat daya saing ekspor nasional sekaligus memperdalam pasar keuangan regional Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







