Airlangga: Hilirisasi dan Ekspor Perkuat Fondasi Perekonomian RI

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan ekspor komoditas dan percepatan hilirisasi menjadi penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, ekspor komoditas unggulan memberikan perlindungan terhadap gejolak eksternal.
“Peningkatan ekspor komoditas seperti batu bara, nikel, tembaga, dan aluminium mencapai USD47 miliar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,5 Persen, Ini Pendorongnya
Selain itu, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 70 bulan berturut-turut, mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Dari sisi hilirisasi, investasi mencapai Rp584,1 triliun sepanjang 2025 atau sekitar USD36,5 miliar, tumbuh 43,3% secara tahunan dan berkontribusi 30,2% terhadap total investasi nasional.
Hilirisasi menjadi strategi utama pemerintah sejak beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.
Kebijakan ini diperkuat di era Presiden Prabowo Subianto dengan fokus pada sektor mineral, energi, dan manufaktur.
Secara historis, Indonesia sebelumnya bergantung pada ekspor bahan mentah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan larangan ekspor mineral mentah dan pembangunan smelter mulai mengubah struktur ekonomi.
Di sisi global, volatilitas harga energi dan komoditas akibat konflik geopolitik membuat negara eksportir seperti Indonesia memiliki peluang sekaligus risiko.
Kinerja ekspor dan hilirisasi berdampak pada peningkatan investasi asing langsung (FDI), khususnya di sektor energi dan pusat data, penciptaan lapangan kerja baru hingga penguatan nilai tukar melalui surplus devisa
Selain itu, sektor energi juga mencatat surplus 4,84 juta kiloliter melalui program B50, sementara cadangan beras mencapai 4,6 juta ton, menjaga stabilitas harga domestik.
APBN turut berperan sebagai bantalan dengan stimulus Rp11,92 triliun, termasuk subsidi energi dan bantuan pangan.
Ke depan, pemerintah akan memperkuat reformasi struktural melalui penyederhanaan perizinan dan digitalisasi OSS-RBA, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Sebagian besar perusahaan global berkomitmen untuk berinvestasi di pusat data Indonesia,” kata Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









