Akurat
Pemprov Sumsel

Konflik Timur Tengah Mulai Mereda, Jalur Energi Kembali Dibuka

Andi Syafriadi | 18 April 2026, 09:30 WIB
Konflik Timur Tengah Mulai Mereda, Jalur Energi Kembali Dibuka
ilustrasi selat hormuz

AKURAT.CO Pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran menjadi bagian dari dinamika terbaru dalam upaya meredakan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Presiden AS, Donald Trump menyambut langkah tersebut dan menyebut jalur strategis tersebut kini telah “sepenuhnya terbuka” untuk lalu lintas komersial.

Langkah ini terjadi di tengah gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel, yang diumumkan oleh Trump.

Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Bargaining Chip Baru, Akankah Trump Berdamai dengan Iran Atau Justru Berujung ke Oil Shock Terbesar?

Gencatan senjata tersebut menjadi faktor penting dalam meredakan ketegangan dengan Iran, mengingat keterlibatan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon dan memiliki hubungan dekat dengan Teheran.

Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari itu melibatkan kepentingan strategis tiga pihak, dengan isu utama terkait program nuklir dan kemampuan militer Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran juga dilaporkan berlangsung melalui Pakistan. Proses ini dilakukan di tengah gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada 21 April.

Perkembangan tersebut pun menjadi sinyal bahwa peluang menuju kesepakatan damai semakin terbuka, meskipun situasi di kawasan masih dinamis.

Sementara itu, sekutu Amerika Serikat di Asia dan Eropa sebelumnya turut merasakan dampak dari ketegangan tersebut, terutama melalui kenaikan harga energi dan gangguan stabilitas ekonomi.

Baca Juga: Kemenperin Pastikan Stok Plastik Aman Meski Krisis Selat Hormuz masih Menghantui

Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz dan berlangsungnya proses diplomasi, perhatian global kini tertuju pada keberlanjutan gencatan senjata dan hasil negosiasi yang tengah berjalan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.