Akurat
Pemprov Sumsel

Rupiah Naik Tipis ke Rp16.300 Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran

M. Rahman | 25 Juni 2025, 15:14 WIB
Rupiah Naik Tipis ke Rp16.300 Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran

AKURAT.CO Rupiah ditutup naik tipis 53,5 poin (0,33%) ke level Rp16.300 pada perdagangan Rabu (25/6/2025) didorong berbagai sentimen eksternal dan internal.

Pengamat Komoditas Ibrahim Assuiabi mengatakan dari sisi eksternal, investor mencermati pembicaraan gencatan senjata Israel-Iran Trump Senin malam, Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata bertahap antara Israel dan Iran, menyerukan kedua belah pihak untuk menegakkan perjanjian tersebut.

"Skeptisisme tetap ada tentang keberlangsungan gencatan senjata, karena Trump dengan cepat mengutuk kedua negara karena melanggar kesepakatan segera setelah deklarasinya. Meski begitu, pengumumannya telah meningkatkan harapan bahwa konflik 12 hari yang ditandai dengan serangan udara mematikan itu akhirnya akan berakhir," ujar Ibrahim, Rabu (25/6/2025).

Selain itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang lebih tinggi dapat mulai mendorong inflasi pada musim panas ini. Periode tersebut akan menjadi kunci bagi pertimbangan bank sentral AS dalam memangkas suku bunga.

Baca Juga: Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Guncang Pasar Asia, Rupiah dan Bursa Saham Tertekan

Hal tersebut disampaikan Powell saat menjawab pertanyaan anggota Kongres AS dalam sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Selasa (24/6/2025) waktu setempat. Powell mendapat tekanan dari anggota Partai Republik terkait alasan The Fed belum memangkas suku bunga, seperti yang didesak oleh Presiden Donald Trump.

Menurut Powell, dirinya dan banyak pejabat The Fed memperkirakan inflasi akan mulai naik dalam waktu dekat, sehingga bank sentral belum merasa perlu segera menurunkan biaya pinjaman. “Saya tidak ingin mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juli, atau pertemuan mana pun untuk saat ini,” ujar Powell.

Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat serta ketidakpastian besar atas dampak dari kebijakan tarif menjadikan The Fed tidak berada dalam posisi tergesa-gesa untuk bertindak.

Sentimen Internal

Dari sisi internal, Bank Dunia (World Bank) mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia rentan terhadap ketidakpastian global. Di tengah kondisi memanasnya geopolitik seperti saat ini sangat berisiko mengalami pelemahan ekonomi lebih lanjut.

Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7% pada 2025 dan di level 4,8% pada 2026. Perkiraan ini melanjutkan penurunan ekonomi Indonesia yang pada kuartal I-2025 sudah meninggalkan level 5%, yaitu hanya sebesar 4,87%.

Tekanan perekonomian global yang terjadi menghambat prospek penciptaan lapangan kerja dan mengurangi upaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem karena kinerja perdagangan memburuk dan investasi asing menjadi lebih lemah.

Pada saat yang sama, aliran modal menjadi tidak stabil sehingga secara umum terjadi tekanan pada keseluruhan ekonomi makro di setiap negara. Rentannya ekonomi Indonesia, dapat direspons dengan konsistensi pemerintah dalam melakukan reformasi struktural.

Reformasi struktural itu di antaranya ialah deregulasi, perbaikan iklim usaha, peningkatan investasi swasta dan penguatan kualitas sumber daya manusia, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa