Kenaikan Harga Serempak Tak Cuma Gerus Konsumsi DIskresioner Kelas Menengah, Tapi Juga Konsumsi Inti dan Kemampuan Menabung

AKURAT.CO Tekanan terhadap kelas menengah Indonesia kian meningkat seiring kenaikan biaya energi dan melemahnya kondisi keuangan rumah tangga. Kondisi ini berisiko langsung terhadap konsumsi domestik yang menjadi penopang utama ekonomi nasional.
Data menunjukkan, kelas menengah dan menuju kelas menengah menyumbang sekitar 81% konsumsi rumah tangga. Namun, jumlahnya terus menyusut, dari 21,45% populasi pada 2019 menjadi 16,6% pada 2025.
Chief Economist PermataBank, Josua Pardede menilai, kondisi ini memperbesar risiko terhadap stabilitas konsumsi.
“Tekanan ke kelas menengah bukan lagi sekadar mengurangi konsumsi diskresioner, tetapi mulai menggerus konsumsi inti dan kemampuan menabung,” ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga energi tidak berdampak langsung secara besar pada inflasi, tetapi memberikan tekanan signifikan melalui kenaikan biaya hidup secara menyeluruh.
Bank Indonesia mencatat rasio konsumsi terhadap pendapatan mencapai 72,2% pada Maret 2026, sementara porsi tabungan hanya 17,6%. Artinya, sebagian besar pendapatan rumah tangga habis untuk konsumsi. “Rumah tangga masih bertahan belanja, tetapi ruang napasnya makin sempit,” kata Josua.
Dalam konteks historis, pelemahan kelas menengah kerap menjadi indikator awal perlambatan konsumsi domestik. Hal ini pernah terjadi pada periode pasca pandemi Covid-19, ketika pemulihan konsumsi berjalan lebih lambat dibanding sektor lain.
Dampak lanjutan diperkirakan akan terasa pada sektor ritel, makanan dan minuman, hingga properti. Sektor-sektor ini sangat bergantung pada daya beli kelas menengah.
Meski penjualan ritel masih tumbuh 6,5% secara tahunan pada Februari 2026, pertumbuhan tersebut didorong faktor musiman Ramadan dan Idulfitri. Setelah periode tersebut, tekanan konsumsi diperkirakan meningkat.
Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi domestik akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga daya beli kelas menengah di tengah kenaikan biaya hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









