Akurat Logo

Misbakhun: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Bukti Tahan Banting di Tengah Tekanan Global

Putri Dinda Permata Sari | 5 Mei 2026, 20:32 WIB
Misbakhun: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Bukti Tahan Banting di Tengah Tekanan Global
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 menjadi sinyal kuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Angka tersebut merujuk data Badan Pusat Statistik yang mencatat pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year-on-year) meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen.

“Di tengah tekanan global seperti sekarang, angka 5,61 persen ini menunjukkan ekonomi kita cukup tangguh. Artinya, kebijakan pemerintah berada di jalur yang tepat,” ujar Misbakhun, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, capaian ini termasuk salah satu pertumbuhan kuartalan tertinggi sejak pandemi, sekaligus mencerminkan efektivitas bauran kebijakan pemerintah dalam meredam dampak eksternal, mulai dari gejolak geopolitik hingga fluktuasi harga energi.

Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan, terutama didorong momentum Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, sektor perdagangan, industri pengolahan, pertambangan, dan transportasi juga menunjukkan tren pemulihan yang positif.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Penataan Guru Honorer, Akses Jadi ASN Diperluas

“Momentum harga energi memang memberi dorongan, tapi juga membawa risiko terhadap inflasi dan fiskal. Di sinilah kebijakan harus presisi,” jelasnya.

Meski demikian, Misbakhun mengingatkan bahwa risiko eksternal masih membayangi.

Ia menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang melemah sekitar 3,88 persen serta penurunan cadangan devisa hingga USD8,4 miliar.

“Tekanan terhadap rupiah dan cadangan devisa ini menunjukkan bahwa kita masih sangat dipengaruhi kondisi global. Ini harus diantisipasi serius,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi tekanan inflasi, khususnya dari sektor energi dan pangan.

Di sisi lain, struktur pertumbuhan juga harus diperkuat melalui peningkatan investasi dan ekspor agar tidak terlalu bergantung pada konsumsi domestik.

Dalam aspek fiskal, Misbakhun menekankan pentingnya menjaga peran APBN sebagai peredam guncangan (shock absorber) yang tetap kredibel dan tepat sasaran.

“APBN harus kuat dan fleksibel, tetapi penggunaannya harus disiplin agar kredibilitas fiskal tetap terjaga,” ujarnya.

Komisi XI DPR, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan ekonomi pemerintah agar tetap adaptif terhadap dinamika global serta mampu menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan nasional.

Baca Juga: Harga Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Ini Penjelasan Resmi dan Penyebab Tagihan Membengkak!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.