Surplus Dagang 72 Bulan Berlanjut, Impor Mesin Melonjak 19 Persen

AKURAT.CO Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.
Namun di balik capaian tersebut, terdapat sinyal menarik dari aktivitas ekonomi domestik, yakni lonjakan impor barang modal yang tumbuh hampir 20% secara tahunan, menunjukkan meningkatnya kebutuhan mesin dan peralatan produksi di tengah ekspansi sektor industri nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif sepanjang Januari-April 2026 mengalami surplus sebesar USD5,64 miliar.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan, capaian tersebut memperpanjang tren surplus perdagangan yang telah berlangsung sejak Mei 2020.
Baca Juga: BPS: Harga Beras Eceran Tembus Rp15.358 per Kilogram
"Dengan capaian ini maka neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus 72 bulan berturut-turut," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
BPS mencatat surplus perdagangan selama empat bulan pertama tahun ini terutama ditopang oleh sektor nonmigas yang mencatat surplus USD14,16 miliar.
Di sisi lain, sektor migas masih mengalami defisit sebesar USD8,52 miliar akibat tingginya kebutuhan impor energi nasional.
Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-April 2026 mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang mencatat ekspor sebesar USD75,57 miliar atau meningkat 9,78% secara tahunan.
China masih menjadi tujuan utama ekspor Indonesia dengan nilai mencapai USD22,76 miliar atau berkontribusi 25,93% terhadap total ekspor nonmigas nasional. Komoditas utama yang diekspor ke negara tersebut meliputi besi dan baja, nikel beserta turunannya, serta bahan bakar mineral.
Sementara itu, Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar kedua dengan nilai USD10,17 miliar yang ditopang oleh produk mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian jadi. India berada di posisi ketiga dengan nilai ekspor mencapai USD6,14 miliar.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia tercatat meningkat lebih cepat dibandingkan ekspor. BPS melaporkan impor nasional sepanjang Januari-April 2026 mencapai USD86,51 miliar atau tumbuh 13,40% secara tahunan.
Baca Juga: BPS: Harga Beras Premium Naik Dua Digit Secara Tahunan
Kenaikan impor tersebut didorong oleh seluruh kelompok penggunaan barang. Impor bahan baku dan barang penolong masih mendominasi dengan nilai mencapai USD61,82 miliar atau naik 11,67%. Sementara impor barang modal mencapai USD17,11 miliar atau melonjak 19,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun impor barang konsumsi tercatat sebesar USD7,58 miliar selama empat bulan pertama 2026.
Data impor barang modal menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian karena mencerminkan aktivitas investasi dan ekspansi kapasitas produksi di dalam negeri. Barang modal umumnya berupa mesin, peralatan pabrik, alat transportasi produksi, hingga teknologi pendukung industri.
Lonjakan impor barang modal sebesar 19,02% menunjukkan pelaku usaha masih melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan ekspor industri pengolahan yang mendekati dua digit pada periode yang sama.
Data tersebut juga mengindikasikan bahwa surplus perdagangan yang terjadi saat ini tidak hanya berasal dari tingginya harga komoditas, tetapi mulai ditopang oleh aktivitas manufaktur yang lebih kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum










