Bos BI Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan 2026

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, membeberkan tiga faktor utama yang menjadi dasar optimisme bank sentral terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027.
Keyakinan tersebut disampaikan Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026), di tengah target pemerintah yang membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8%-6,5% sebagai pijakan menuju pertumbuhan 8% pada 2029.
Perry menjelaskan, faktor pertama berasal dari arah kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai semakin pro terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Bos BI Bidik Rupiah di Rp16.800 di 2027 Lewat Strategi Ini
Menurutnya, efisiensi belanja negara yang disertai relokasi anggaran ke sektor-sektor produktif akan memberikan dorongan signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional.
"Efisiensi relokasi anggaran yang lebih efisien dan lebih produktif, termasuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang pro-growth dan pro-welfare, akan mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).
Data Kementerian Keuangan menunjukkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 tetap menjaga disiplin fiskal dengan defisit anggaran yang terkendali, sekaligus mengarahkan belanja negara untuk memperkuat daya saing ekonomi dan perlindungan sosial.
Strategi tersebut menjadi penting mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir masih bergerak di kisaran 5%.
Faktor kedua yang menjadi sumber optimisme Bank Indonesia adalah pelaksanaan program prioritas nasional yang semakin terintegrasi. Perry menilai program ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, hingga industrialisasi berbasis sumber daya alam akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.
"Termasuk juga program-program untuk hilirisasi dan industrialisasi dari sumber daya alam yang digariskan oleh pemerintah," ujarnya.
Pemerintah sendiri terus mempercepat agenda hilirisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, perkebunan hingga sektor energi. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan hilirisasi terbukti mampu meningkatkan nilai tambah ekspor dan menarik investasi manufaktur ke dalam negeri.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelumnya menunjukkan realisasi investasi di sektor hilirisasi menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan investasi nasional.
Sementara itu, faktor ketiga berasal dari penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Perry menegaskan sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat, termasuk melalui instrumen makroprudensial, sistem pembayaran, serta program pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Khususnya dari kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran maupun juga ekonomi kerakyatan, itulah yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Perry.
Optimisme Bank Indonesia sejalan dengan target pemerintah yang menempatkan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi pada 2027. Dalam rapat yang sama, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi berada pada kisaran 6,5%-7,5%.
Menurut Purbaya, investasi akan diarahkan ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat transformasi ekonomi nasional.
"Arah kebijakan ekonomi dan fiskal 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Purbaya.
Dirinya menambahkan strategi tersebut akan dijalankan melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta dukungan investasi strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










