Akurat Logo

Ekonom Apresiasi Pemerintah Usai Sederet Kabar Baik Perekonomian RI

Yosi Winosa | 29 Juli 2026, 20:59 WIB
Ekonom Apresiasi Pemerintah Usai Sederet Kabar Baik Perekonomian RI
Guru Besar FEB UI, Telisa Aulia Falianty

AKURAT.CO Guru Besar FEB UI, Telisa Aulia Falianty mengapresiasi langkah pemerintah usai sederet capaian dan kabar baik dari perekonomian RI.

Pertama, dari sisi disiplin fiskal yang mana hingga Juni 2026 atau separuh jalan, defisit APBN masih terjaga di 0,76% PDB sehingga target tahunan di bawah 3% PDB bukan tidak mungkin tercapai.

Berikutnya dari sisi S&P yang baru saja mengafirmasi investment grade RI dengan outlook stabil, berbeda dengan Fitch dan Moodys yang mendowngrade outlooknya ke stabil.

Baca Juga: Tahun Yang Sulit bagi Industri Keuangan, Sinergi Fiskal Moneter Perlu Dipererat

"Yang terbaru S&P ini cukup menjadi kebahagian ya dari pemerintah kita. Kita tentu apresiasi karena untuk menjaga rating S&P ini tentu bukan hal yang mudah, di tengah gejolak yang kita hadapi. Jadi setidaknya dari S&P rating kita masih bisa mempertahankan," ujar Telisa di sela Forekbank Financial Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (29/7/2026).

Kabar baik lainnya yakni kesuksesan penerbitan Panda Bond (SBN berdenominasi yuan) untuk membiayai defisit APBN 2026. Di tengah pelemahan rupiah saat ini, langkah diversifikasi sumber pembiayaan fiskal semacam ini cukup cerdas.

"Kalau US bond dengan kondisi sekarang rupiah sedang melemah kan ada beberapa hal yang dipertimbangkan. Nah oleh karena itu pemerintah mencoba mediversifikasi lewat panda bond, menerbitkan surat utang dalam mata uang yuan," tukas Telisa.

Masih menjadi kabar baik lainnya, penerbitan panda bond RI ternyata mendapatkan rating AAA stabil dari Lianhe Credit Rating dari China, peringkat tertinggi yang artinya surat utang RI dinilai sangat likuid dan risk premium yang rendah.

"Jadi sangat tinggi sekali penilaian mereka. Kenapa China berbeda dengan S&P, Fitch, dan Moody's dalam menilai obligasi kita? Mungkin China lebih dekat dengan Indonesia sehingga mereka lebih tahu kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya seperti apa. Jadi masih ada kok kabar yang bagus-bagus soal perekonomian kita," tutur Telisa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.