Gelar FGD di Bandung, Generasi Emas Institute Tekankan Perlunya Kaum Muda Paham Persoalan Bangsa Secara Fundamental

AKURAT.CO Generasi Emas Institute kembali melakukan agenda FGD (Focus Group Discussion) di sebuah cafe di kawasan Bandung, Jawa Barat, sabtu (1/8/2026) sore.
Dalam agenda FGD tersebut, Generasi Emas Institute mengangkat tema “Pasal 33 UUD 1945 Dan Momentum Indonesia Emas 2045” yang dihadiri oleh puluhan muda mudi dari berbagai kampus di Jawa Barat.
Menurut Founder Generasi Emas Institute, Pangeran Mangkubumi, kehadirannya di Bandung merupakan wujud komitmen untuk terus membangun basis-basis penyadaran kepada anak anak muda tentang pentingnya memahami persolan bangsa secara fundamental.
Baca Juga: Tax Payer Community: Indonesia Emas 2045 Butuh Basis Pajak yang Kuat
Kemudian langkah apa saja yang dapat ditempuh untuk sampai pada momentum Indonesia Emas 2045.
Pangeran menyoroti, tema yang diangkat memberikan perspektif baru tentang kedaulatan ekonomi yang diamanahkan di dalam pasal 33 UUD 1945 dengan realitas hari ini serta tantangan ke depan yang menurutnya masih harus diupayakan bukan hanya oleh pemerintah, namun juga oleh seluruh elemen bangsa.
“kami hadir di Bandung untuk membuktikan komitmen Generasi Emas Institute dalam membangun basis penyadaran kepada kaum muda.
Pangeran meyakini pemerintah hari ini yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo sedang berikhtiar merealisasikan Pasal 33 UUD 1945, namun dukungan serta kontribusi generasi hari ini juga ikut menjadi faktor penentu terwujud tidaknya masa keemasan indonesia di tahun 2045 mendatang.
"Sehingga penting bagi generasi hari ini ikut berpartisipasi dalam pembangunan tanah air dengan segala daya dan upaya yang ada,” ujar Pangeran.
Eko Agus Purwanto, seorang mahasiswa dari UIN Bandung yang hadir sebagai peserta diskusi turut menyampaikan, bahwa konsep kedaulatan ekonomi yang tertuang di dalam konstitusi haruslah berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat.
Ia menilai, bila hari ini disparitas ekonomi masih terlihat bukan hanya di kota kota besar namun juga di daerah daerah terpencil khususnya di wilayah Indonesia Timur yang sebenarnya kaya akan sumber daya alam.
Kendati demikian, Eko tidak memungkiri bahwa program KDMP, KNMP dan bahkan MBG menjadi langkah pemerintah hari ini untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi itu sendiri.
Menururtnya, disparitas ekonomi saat ini masih menganga lebar, terlebih masyarakat Indonesia timur yang kaya akan sumber daya alam.
"Meskipun, kita pun harus mengakui pemerintah lewat KDMP, KNMP termasuk MBG sedang bekerja mewujudkan kedaulatan ekonomi sesuai Pasal 33 UUD 1945,” ujar Eko.
Rencananya, setelah Bandung Generasi Emas Institute akan hadir di kota Malang dan Jogjakarta dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









