Ruko di Mampang Terbakar, Diduga Karena Semprotan Bensin ke Kayu untuk Usir Rayap

AKURAT.CO Polisi membeberkan kronologi kebakaran toko frame di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Semprotan bensin ke kayu untuk mengusir rayap diduga jadi penyebab utama dalam kebakaran ini.
Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol David Yunior Kanitero mengatakan, kebakaran bersumber dari basement toko frame tempat para karyawan melakukan pekerjaannya.
Saat itu, lima karyawan pada toko tersebut sedang melakukan pekerjaan seperti memperbaiki kompresor, memotong kayu, hingga menyemprotkan bensin ke kayu untuk mengusir rayap yang diduga jadi penyebab utama kebakaran ini.
Baca Juga: Tempat Makan Sambal Bakar Cabang Cibubur Kebakaran, Siapa Pemiliknya?
"Tiba-tiba ada percikan api yang mengenai area yang terkena bensin kemudian api menyambar dan membesar," kata David kepada wartawan, Jumat (19/4/2024).
Selanjutnya, David menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari warga soal kebakaran tersebut pada 19.25 WIB. Pihaknya pun bergegas melakukan pemadaman dan akhirnya dilakukan mulai pukul 19.35 WIB.
Adapun proses pemadaman ini tidak mudah, pasalnya pada Toko Frame banyak terdapat bahan yang mudah terbakar. Karena hal ini, pemadaman memakan waktu hingga 10 jam dan baru padam pada pukul 06.00 WIB keesokan harinya.
Sebelumnya, polisi mengungkapkan tujuh korban meninggal dunia terkait kebakaran sebuah toko frame di Mampang Prapatan ditemukan pada satu ruangan yang sama.
Baca Juga: Usut Penyebab Kebakaran di Gudmurah Kodam Jaya Ciangsana, Panglima Bentuk Satuan Investigasi
Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol David Yunior Kanitero mengatakan semua korban tersebut ditemukan di satu ruangan, tepatnya lantai 2 toko frame.
"Semua korban sudah ditemukan di dalam satu ruangan di lantai dua," kata Kompol David kepada wartawan.
Adapun semua korban sudah berhasil dievakuasi dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Korban diantaranya adalah empat pekerja toko dan satu adik pemilik toko frame.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









