Wujudkan Jakarta Kota Global, Pemprov Kampanyekan Gerakan Jalan Kaki 7.500 Langkah Sehari

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengkampanyekan gerakan berjalan kaki 7.500 langkah sehari selama 14 hari. Kampanye itu dibuat sebagai langkah menyambut Jakarta menuju kota global.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan gerakan berjalan 7.500 langkah juga memiliki manfaat menyehatkan karena berkontribusi terhadap perbaikan kualitas udara.
"Ini merupakan terobosan dari Pemprov DKI Jakarta untuk menyongsong statusnya sebagai kota global. DLH berkomitmen menciptakan lingkungan hidup yang berkualitas agar warganya bisa hidup dengan sehat," kata Asep Kuswanto dalam keterangan tertulis, Senin (10/6/02924)
Dia menjelaskan, salah satu tugas DLH menciptakan lingkungan hidup yang berkualitas. Hal ini dilakukan dengan memperbaiki kualitas udara.
Baca Juga: Website PPDB Jakarta 2024 Sempat Down di Hari Pertama, Pemprov: Ada Penumpukan Pengguna!
"Langkah-langkahnya sudah ada, Pempov DKI Jakarta mengimplementasikan Strategi Pengendalian Kualitas Udara (SPPU) hingga 2030, termasuk strategi untuk mencapai kesehatan warganya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mendorong masyarakat untuk melaksanakan kampanye ini. Agar gaya hidup sehat warga Jakarta dapat terjaga.
"Ini bukan hanya tentang berolahraga, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan kebahagiaan," kata Ani.
Dia menilai kampanye ini dapat dimulai oleh ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sebab, ASN dianggap sebagai agen perubahan bagi warganya.
"Dengan mendorong ASN sebagai 'Agent of Change', kami berharap mereka dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menerapkan gaya hidup sehat dan peduli lingkungan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








