Ridwan Kamil Cucu dari Ulama Besar di Sunda, Ngaku Dapat Warisan Urus Pesantren Seluruh Jabar

AKURAT.CO Bakal calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (RK), turut menghadiri Silaturahmi Forum Keumatan yang digelar DPTW Partai Keadilan Sosial (PKS) pada Sabtu (14/9/2024).
Dalam acara tersebut, Ridwan Kamil bercerita mengenai kisah keluarganya yang dititipkan di pesantren oleh sang kakek KH. Muhyiddin, seorang ulama besar dari Tanah Sunda.
Dia mengatakan, jumlah pesantren yang dititipkan sangat banyak. Ada delapan pesantren dengan nama Pagelaran 1 hingga Pagelaran 8.
"Kiai Haji Muhyiddin ini mewariskan saya dan turunan delapan pesantren. Jadi, saya ini ngurusin pesantren di seluruh Jawa Barat, tempat kami lahir," kata Ridwan Kamil, dikutip Senin (16/9/2024).
Lantaran besar di lingkungan pesantren dan sempat menimba ilmu di Pagelaran 3 membuat Ridwan Kamil memahami pengetahuan agama, tidak terkecuali tentang fikih syariah.
Baca Juga: Cara Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Keluarga di Rumah
Setelah itu, barulah Ridwan Kamil memilih menempuh pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan jenjang S2 di University of California.
"Bicara bahasa Inggris, alhamdulillah bisa. Jadi, saya punya dua dunia. Jadi, kalau berdebat di negara asing saya juga bisa, mimpin salat, ngaji juga ayo. Karena pada dasarnya manusia itu multidimensi," jelasnya.
Ridwan Kamil menjelaskan awal mula terjun ke dunia politik, salah satunya berkat dorongan orang tua, termasuk wasiat dari sang kakek.
"Yang diwasiatkan saya jalani. Saya bela negara dengan keilmuwan, dengan kepemimpinan. Dan saya bela dan jaga agama dengan kepemimpinan Islam karena dakwah yang terhebat adalah melalui kekuasaan," beber mantan Gubernur Jabar itu.
Ridwan Kamil menambahkan, salah satu dari sejumlah program yang berhasil digagasnya selama memimpin Jabar adalah satu desa satu hafidz Al-Qur'an.
"Jadi, total 5.300 desa selama lima tahun. Alhamdulillah 100 persen sekarang sudah punya penghafal Al-Qur'an yang saya kasih beasiswa dan diwajibkan mengajarkan ke anak-anak desa," katanya.
Baca Juga: Puncak Bogor Macet Parah hingga Dini Hari, Pengendara Motor Pilih Tidur di Pinggir Jalan
Adapun, program ini dihadirkan, antara lain, untuk membentengi anak-anak agar tidak terlalu sering bermain ponsel dan tetap menjaga keilmuannya serta mendalami agama.
"Ini cara kami. Cara pemimpin membentengi anak-anak dari hape yang kadang banyak mudaratnya," tutur Ridwan Kamil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








