Akurat
Pemprov Sumsel

Kondisi Pintu Air Manggarai Tambah Tinggi, Pramono Anung: Jakarta Siaga 2 Banjir

Citra Puspitaningrum | 4 Maret 2025, 19:31 WIB
Kondisi Pintu Air Manggarai Tambah Tinggi, Pramono Anung: Jakarta Siaga 2 Banjir

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau kondisi Pintu Air Manggarai di Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025).

Dalam tinjauannya, Pramono menyebut bahwa ketinggian air telah mencapai 850 centimeter.

Pramono mengatakan, ketinggian air di Manggarai menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Jakarta.

Baca Juga: Pengamat: Pemda Jabodetabek Harus Segera Benahi Tata Ruang untuk Atasi Banjir

Sebab, jika Jakarta kembali dilanda hujan dipastikan air akan meluap dan mengakibatkan pemukiman warga dilanda banjir.

"Kalau tinggi permukaan air Manggarai sudah 850, artinya Jakarta sekarang sudah siaga dua. Untuk itu, kami mengadakan rapat khusus yang dihadiri oleh wali Kota Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Juga termasuk pejabat terkait dan BPBD," jelas Pramono.

Terkait mitigasi banjir, Pemprov Jakarta akan terus memantau tinggi muka air di Manggarai agar tidak kelebihan beban.

Baca Juga: Pemerintah Prioritaskan Penyelamatan dan Pemulihan Infrastruktur di Daerah Terdampak Banjir

Pasalnya, seperti pada Pintu Air Ciliwung, debit air masih terus meningkat.

"Mengatur pintu-pintu air yang ada untuk mulai dibuka supaya bebannya tidak lebih ke wilayah Timur, terutama Ciliwung," ujar Pramono.

Lebih lanjut, Pramono menambahkan, pihaknya juga bekerja optimal untuk segera menuntaskan banjir agar cepat surut.

Baca Juga: Kemensos Gelontorkan Rp2,098 Miliar untuk Bantu Korban Banjir Jakarta, Bogor dan Bekasi

Langkah yang dilakukan yaitu mengerahkan pompa air di 200 titik.

"Jumlah pompa 500. Saya minta semua diaktifkan karena supaya air yang ada segera bisa dibuang ke laut," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.