Dijuluki Pengusaha NKRI, Aguan Renovasi Ratusan Rumah Tak Layak Huni di Johar Baru

AKURAT.CO Sugianto Kusuma atau yang dikenal sebagai Aguan, pengusaha besar pendiri Agung Sedayu Group, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap rakyat.
Melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Aguan mengalokasikan bantuan besar untuk merenovasi 500 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Langkah ini dipuji oleh Konsultan Hukum PIK 2, Muannas Alaidid, yang menyebut Aguan sebagai pengusaha yang konsisten berpihak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pengusaha NKRI,” tulis Muannas di akun X pribadinya, dikutip pada Kamis (13/3/2025), menggambarkan Aguan sebagai figur yang tak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.
Program renovasi besar-besaran ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dipimpin oleh Maruarar Sirait (Ara) dengan berbagai pihak swasta.
Baca Juga: 20 Tahun Belum Ada Perubahan, Panglima Minta Revisi UU TNI Masuk Prolegnas 2025
Dalam kunjungannya ke Sekretariat RW 12 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Selasa (11/3/2025), Ara mengungkapkan bahwa total akan ada 700 rumah yang direnovasi di kawasan tersebut.
“Buddha Tzu Chi menyiapkan 500 rumah yang mau dibangun maupun direnovasi,” ujar Ara.
Tak hanya Aguan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga turut berpartisipasi dengan menyumbang renovasi untuk 200 rumah di berbagai provinsi, termasuk DKI Jakarta.
“Ini berbuat kebaikan. Kadin juga hebat, mereka tidak mau kalah dari Buddha Tzu Chi. Ini bentuk nyata kepedulian pengusaha terhadap masyarakat,” tambah Ara.
Menurut Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, renovasi tahap pertama akan menyasar 148 rumah dan dimulai pada 14 April 2025.
Selama renovasi berlangsung, warga akan ditempatkan di kontrakan dengan biaya sewa yang sepenuhnya ditanggung oleh Buddha Tzu Chi selama enam bulan, berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.
Sri menambahkan, renovasi tahap kedua yang mencakup 84 rumah lainnya akan dimulai sekitar 8 November 2025.
“Aguan bahkan siap menanggung tambahan biaya sewa kontrakan selama tiga bulan jika proses renovasi belum selesai dalam waktu enam bulan,” ungkapnya.
Aguan menekankan, bantuan ini bukan hanya janji semata. Dengan anggaran minimum Rp 20 juta per rumah, ia memastikan bahwa proyek ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau kita bicara minimum satu rumah 20 juta, tinggal dikalikan saja. Ini tentang membantu masyarakat untuk memiliki hunian yang layak,” kata Aguan.
Selain membantu masyarakat di Jakarta, Kadin Indonesia melalui Thomas Jusman, Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan dan Pengembangan Desa Tertinggal, menyatakan kesiapannya untuk merenovasi 200 rumah di lima provinsi, termasuk DKI Jakarta.
Program renovasi rumah ini bukan hanya tentang memperbaiki tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan kepedulian pengusaha seperti Aguan terhadap kesejahteraan masyarakat dan komitmen nyata terhadap prinsip-prinsip NKRI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









