Atasi Kemacetan, Anggota DPRD DKI Jakarta dan Pejabat Pemprov Diminta Gunakan Transportasi Umum

AKURAT.CO Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, mendukung penuh ide untuk mendorong pejabat publik, termasuk anggota DPRD dan ASN, menggunakan transportasi umum di Jakarta.
Ia menilai, ini bukan hanya soal memberikan contoh baik kepada masyarakat, tetapi juga langkah konkret dalam mengatasi kemacetan Jakarta.
"Ini ide yang sangat baik. ASN dan anggota DPRD harus memulai. Jika kita meminta ASN naik transportasi umum, anggota DPRD juga harus ikut serta," ujar William, Kamis (3/4/2025).
William menegaskan pentingnya komitmen anggota dewan dalam hal ini, dan mengusulkan agar mereka meluangkan waktu setidaknya satu hari dalam seminggu untuk menggunakan transportasi umum.
“Ini saatnya anggota dewan berkomitmen. Setidaknya seminggu sehari. Itu cara kita memberi contoh bahwa kita harus mulai naik transportasi umum,” ungkapnya.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2025 di Stasiun Gambir Mulai Terlihat
William juga berharap Komisi D yang membidangi transportasi segera merespons ide ini. Menurutnya, kemacetan Jakarta bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi kebiasaan masyarakat yang enggan beralih ke transportasi umum.
“Masalahnya bukan infrastrukturnya, tetapi kebiasaan masyarakat yang masih ragu untuk menggunakan transportasi umum,” tambahnya.
Fraksi PSI siap mendukung penuh langkah ini, dan William menegaskan pentingnya kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif dalam mengurangi kemacetan.
Ia juga mengusulkan agar Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sesekali menggunakan transportasi umum untuk memberi teladan.
"Ini langkah penting untuk menunjukkan bahwa semua pihak harus terlibat. Gubernur dan Wagub juga bisa sesekali menggunakan transportasi umum," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







