PIK Dinilai Strategis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

AKURAT.CO Kawasan elit seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Namun, keberhasilan kawasan tersebut juga tak lepas dari peran aktif pemerintah dan komitmen pengembang untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengamat properti, Anton Sitorus, menilai, proyek seperti PIK memang berada dalam posisi yang menguntungkan.
“Terlepas dari polemik status PSN (Proyek Strategis Nasional) atau bukan, yang jelas kawasan seperti PIK mendapatkan dukungan infrastruktur yang signifikan dari pemerintah. Contohnya, rencana pembangunan exit tol baru yang langsung terhubung ke kawasan itu,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).
Anton menambahkan, kemudahan dalam perizinan serta dukungan fiskal dan non-fiskal lainnya membuat PIK tumbuh menjadi kawasan elit yang eksklusif dan memiliki nilai jual tinggi.
“Pengembangnya juga punya modal kuat untuk mengembangkan kawasan dengan kualitas premium. Ini terlihat dari berbagai fasilitas komersial, kuliner, dan retail yang kini menjadikan PIK sebagai trend setter di Jabodetabek,” jelasnya.
Baca Juga: Tersangka Aborsi di Bandar Lampung Ajukan Praperadilan, Natalia Rusli Desak Pengawasan Ketat
Menurut Anton, tak banyak proyek properti di Jabodetabek yang bisa menandingi pertumbuhan pesat seperti PIK dalam 5–10 tahun terakhir.
Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah yang tentu berkepentingan agar wilayahnya tumbuh dan menarik investasi.
“Pemerintah kota atau kabupaten pasti akan mendukung proyek yang berdampak positif pada wilayah mereka. Ini bisa dilihat juga dari contoh lain seperti Kawasan Industri Terpadu Batang, atau daerah-daerah sekitar Bandara Kertajati, di mana pemerintah lokal aktif mendorong perkembangan agar wilayahnya terangkat dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” terangnya.
Meski demikian, Anton mengingatkan agar pengembangan kawasan seperti PIK tetap memperhatikan aspek inklusivitas.
“Jangan sampai kawasan berkembang pesat tapi menciptakan kesenjangan. Harus ada ruang untuk masyarakat lokal, baik dalam bentuk lapangan kerja, peluang usaha, maupun akses yang adil terhadap fasilitas,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat agar pertumbuhan kawasan seperti PIK tidak hanya bersifat eksklusif bagi kelompok tertentu, melainkan menjadi mesin penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








