Kemenko PMK Siapkan Peta Jalan Buat Antisipasi Banjir di Jabodetabekpunjur

AKURAT.CO Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tengah menginisiasi penyusunan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Pengurangan Risiko Bencana Banjir di Jabodetabekpunjur.
Menko PMK, Pratikno, menjelaskan, inpres ini akan menjadi pedoman aksi terpadu lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dengan pendekatan hulu, tengah dan hilir untuk mengantisipasi banjir.
Selain itu, Kemenko PMK juga tengah menyiapkan peta jalan dalam pembentukan kelembagaan guna merespons peringatan dini bencana banjir.
Baca Juga: Sumbang 40 Persen Banjir Jakarta, Normalisasi Kali Ciliwung Jadi Fokus Pemprov
"Kemenko PMK juga menyiapkan peta jalan dan pembentukan kelembagaan aksi merespons peringatan dini. Guna mengurangi kerugian ekonomi dan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana secara berkelanjutan," kata Pratikno di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Dia juga mengingatkan agar semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah serta masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir di wilayah Jabodetabek seiring peringatan cuaca dari BMKG.
Imbauan ini disampaikan Menko PMK menyoroti banjir di Kecamatan Bojongsari, Depok, pada 10 Agustus 2025 akibat hujan deras yang melanda Jabodetabek.
Baca Juga: Banjir Rob Intai Jakarta, Warga Diminta Siaga Jangan Sampai Kecolongan
Banjir berdampak pada 1.580 jiwa dan 480 rumah. Saat ini air telah surut, namun penanganan darurat seperti rencana tanggul sementara, sistem drainase dan pengecekan kondisi tanggul Kali Angke terus dilakukan.
"Pemerintah daerah, kementerian/lembaga serta masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan," ujar Pratikno.
Dia meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mempersiapkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi terjadinya banjir.
Baca Juga: Pramono Susuri Ciliwung Demi Jakarta Bebas Banjir dan Lebih Colorful
BNPB memastikan kesiapan daerah rawan banjir dan fasilitas evakuasi dan Kementerian PU menjaga kelancaran saluran air serta kekuatan tanggul.
Kementerian Dalam Negeri juga diminta mengoordinasikan kesiapan anggaran penanggulangan bencana dengan pemerintah daerah.
Kementerian Sosial menyiapkan bantuan logistik dan layanan psikososial, serta Kementerian Kesehatan mengantisipasi potensi wabah penyakit pascabanjir.
Baca Juga: Rahasia Infrastruktur PIK 2: Sistem Polder Cegah Banjir Sejak Awal
"Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BMKG dan BNPB," demikian Pratikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







